Tim Satgas Pangan Bali Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

SATGAS PANGAN SIDAK - Satgas Pangan Polda Bali yang berkolaborasi dengan instansi Pemerintah Provinsi Bali saat sidak di Pasar Kereneng, Denpasar, pada Selasa (12/5/2026). (foto/xx)

Denpasar, (pawartajatim.com) – Komitmen Polri menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi masyarakat dari praktik permainan harga kembali ditunjukkan dengan membentuk Satgas Pangan. Aparat berkolaborasi bersama instansi Pemerintah Provinsi Bali Selasa (12/5/2026).

Kehadiran Satgas Pangan ini menjadi bentuk nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat untuk memberi rasa aman dan nyaman. Khususnya dalam menghadapi potensi adanya oknum yang memainkan harga pasar maupun menimbun kebutuhan pokok yang dapat merugikan masyarakat.

Tim Satgas Pangan menargetkan sejumlah pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu lokasi yang menjadi atensi utama yakni Pasar Kereneng, Denpasar. Pasar ini dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan kebutuhan pokok masyarakat di Denpasar.

Tim melakukan pemantauan harga bahan pokok, pengecekan stok, dan ketersediaan pangan, hingga menyampaikan sosialisasi dan edukasi ke para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan pemerintah.

Satgas Pangan juga memastikan distribusi kebutuhan pokok masyarakat berjalan lancar dan aman. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Dari hasil pengecekan yang dilaksanakan ini, tim Satgas Pangan memastikan nihil praktik pelanggaran maupun permainan harga oleh oknum tertentu. Selain itu, seluruh kebutuhan bahan pokok tersedia dengan aman dan harga masih berada dalam batas normal sesuai ketentuan yang berlaku.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan Polri terus hadir melakukan pengawasan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas pangan di Bali. Polri hadir untuk memastikan masyarakat mendapat rasa aman dan nyaman mengenai kebutuhan pokok.

‘’Kami bersama pemerintah daerah terus melakukan pengawasan di lapangan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan memainkan harga maupun melakukan penimbunan bahan pangan,” tandasnya. (xx)