Sahabat Aqua Dwipayana Sebut Semua Orang Adalah Guru Terbaik

Oleh: Muhammad Zen (Wartawan Senior di Malang, Jawa Timur)

Membaca tulisan Dr Aqua Dwipayana, berjudul ‘Banyak Belajar Kepada Mereka yang Totalitas dan Ikhlas Menekuni Pekerjaannya’, saya tergelitik untuk menanggapinya. Sudah cukup lama saya mengenal motivator nasional Aqua Dwipayana.

Tepatnya saat dia masih kuliah Strata 1 di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang. Saat itu, sambil kuliah pada 1988, Aqua, sudah jadi wartawan di koran Suara Indonesia, media group Suara Pembaruan/Sinar Harapan.

Belakangan dibeli Group Jawa Pos. Jadi saya kenal Dr Aqua Dwipayana, sudah lebih dari 30 tahun. Saya sendiri cukup lama jadi wartawan, usia saya 10 tahun lebih tua dari Mas Aqua. Namun, interaksi pertemanan saya dengan motivator yang pernah jadi Humas PT Semen Cibinong itu cukup akrab.

Satu hal yang sangat mengesankan bagi saya terkait Mas Aqua (demikian saya biasa memanggilnya) adalah karena sikapnya yang selalu tawadhu’, sangat rendah hati. Semua orang yang dijumpai dianggap ‘guru’, seluruh orang adalah ‘guru terbaik’.

Maka wajar saja jika Dr Aqua Dwipayana, mampu berinteraksi sangat baik dengan Kepala Sekolah dan para guru (termasuk guru honorer). Motivator yang pernah jadi wartawan di Jawa Pos, Mingguan Surabaya Minggu, Bisnis Indonesia, dan media besar lain ini juga mampu berinteraksi sangat baik dengan personil TNI.

Baik TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara. Demikian pula dengan aparat kepolisian, kejaksaan, pejabat di pemerintahan, pengusaha sukses dan beragam profesi lain. Karena menganggap semua orang adalah guru, maka ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana, ini selalu memberikan apresiasi terbaik kepada setiap orang yang dijumpai.

Mengapa demikian? Karena semua orang yang dijumpai dianggap penting. Masing-masing memiliki kelebihan dan keistimewaan.

Menerapkan Prinsip ‘Kesetaraan’

Sebagai dampak positif sikap Dr Aqua Dwipayana, yang selalu rendah hati dan menghormati semua orang, maka dia diterima di berbagai level sosial. Sehingga, motivator kondang ini bisa akrab bergaul dengan kalangan jenderal, gubernur, bupati, wali kota dan kalangan pengusaha sukses.

Namun uniknya, Doktor Ilmu Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini juga bisa bergaul akrab dengan sopir Ojol, sopir taksi, tukang sapu bahkan dengan pemulung.

Mulai pejabat dan pengusaha level atas hingga kalangan ‘akar rumput’ bisa berinteraksi secara akrab dengan Mas Aqua. Jika ingin melihat sosok tokoh yang menerapkan prinsip ‘kesetaraan’, maka itulah sosok Dr Aqua Dwipayana.

Pria energik berdarah Padang/Minangkabau kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 yang kini bermukim di Bogor, Jawa Barat. Karena sikapnya yang selalu rendah hati, Dr Aqua Dwipayana senantiasa menghormati siapapun yang ditemui.

Dia selalu siap menyimak, pantang merasa yang paling pintar atau yang paling benar. Itulah sebabnya mengapa suami dari Mbak Retno Setiasih, ini lingkup pergaulannya demikian luas. Semua orang yang dijumpai merasa respek.

Salah satu kuncinya adalah ‘meng-orangkan’ orang lain. Motivator kawakan ini benar-benar menerapkan prinsip komunikasi yang baik. Semua orang perlu dihormati, disimak pendapatnya, dan diapresiasi dengan baik.

Sebab semua orang adalah ‘guru’ yang masing-masing punya kelebihan dan keistimewaan. Semoga kita bisa meneladani sikap Dr Aqua Dwipayana, dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (*)