‘Polisi Jogo Sekolah’ Wujudkan Lingkungan Pelajar Aman Tanpa Kekerasan dan Bulliying

Wakapolda Jatim, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 15 Surabaya Senin (26/10/2026). (foto/har)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus berkomitmen dalam dunia pendidikan dengan menekankan pentingnya menjaga keselamatan pelajar serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Seperti disampaikan Wakapolda Jatim, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 15 Surabaya Senin (26/10/2026).

Di depan Ratusan pelajar, Wakapolda Jatim membacakan amanat Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Ia mengingatkan bahwa masa depan generasi muda sangat berharga dan harus dijaga bersama melalui sinergi seluruh pihak.

Para pelajar diimbau keras untuk menjauhi berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga provokasi di media sosial. Masa depan kalian sangat berharga.

‘’Jangan sampai terganggu oleh tawuran, perundungan, narkoba, maupun provokasi di media sosial. Kendalikan diri, tolak ajakan kekerasan, dan selesaikan perselisihan melalui dialog dengan bantuan guru serta orang tua,” kata Kombes Pol Feri Handoko.

Wakapolda Jatim Kombes Pol Ferri Handoko, mengingatkan, perkelahian antar pelajar membawa dampak buruk yang serius, mulai dari luka fisik, trauma psikologis, hingga risiko kehilangan nyawa. Karena itu, para siswa diharapkan mampu mengendalikan diri secara bijak dan fokus membangun pertemanan yang positif.

Sebagai langkah konkret perlindungan di sektor pendidikan, Polda Jatim resmi mengimplementasikan program Polisi Jogo Sekolah yang terintegrasi dengan semangat Jogo Omah (menjaga Jawa Timur sebagai rumah bersama).

Wakapolda Jatim, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso. (foto/har)

Program ini mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kepolisian dapat hadir sebagai sahabat sekaligus pendamping terdekat bagi para pelajar. Sinergi berkelanjutan antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan program ini, seiring dengan slogan Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’.

Upaya yang dilakukan mencakup edukasi perilaku aman, bijak bermedia sosial, pendampingan konseling bagi siswa, hingga penanganan laporan kekerasan dengan jaminan keselamatan serta kerahasiaan identitas anak.

Wakapolda Jatim berpesan agar para pelajar yang mengalami ancaman atau mengetahui adanya tindakan kekerasan tidak takut untuk segera melapor kepada guru, orang tua, atau Polisi pendamping.

Langkah preventif ini dinilai sangat krusial dalam mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045. “Kalianlah generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia. Persiapkan diri dengan ilmu, kedisiplinan, kejujuran, kesehatan, dan kepedulian terhadap sesama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkap Wakapolda Jatim Kombes Pol Ferri Handoko

Melalui upacara di SMAN 15 Surabaya ini, Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi memastikan anak-anak dapat belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa bayang-bayang ancaman kekerasan, Bullying. (har)