Komoditas Unggulan, OJK Bali Fokus Pengembangan Kakao di Tabanan

COBA BUAH KAKAO - Kepala OJK Bali Parjiman (nomor 2 dari kanan) bersama Direktur Kredit PT BPD Bali Made Lestara Widiatmika mencoba buah kakao yang baru dipetik dari pohonnya di kebun petani Cau, Belayu, Tabanan, Kamis (17/9/2026). (foto/yad)

Tabanan, (pawartajatim.com) – Petani Kakao di Tabanan mendapat perhatian Otoritas Jasa Keuangan/OJK Bali. Karena itu, Lembaga industri keuangan ini melakukan penandatanganan kerjasama Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Bali antara kelompok petani kakao (bahan mentah cokelat)-mitra PT Cau Chocalates International- dengan PT BPD Bali, PT Jamkrida Bali Mandara, serta BPJS Ketenagakerjaan, di Banjar Cau, Desa Tua, Belayu, Tabanan Kamis (17/9).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Kelompok Tani Bumi Lestari, Werdhi Buana, dan Kakao Forestry, yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Kepala OJK Bali Parjiman, mengungkapkan untuk Kabupaten Tabanan, OJK fokus pada pengembangan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan setempat, selain komoditas Tabanan lainnya seperti kopi.

‘’Kami dukung pengembangan kakao ini karena sekarang lagi in (trend), sehingga dapat menciptakan ekosistem komoditas kakao dengan dukungan industri jasa keuangan (IJK) seperti offtaker (pihak atau perusahaan sebagai pembeli tetap yang siap menampung dan menyerap hasil produksi produsen), kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya,’’ kata Parjiman.

Dia menambahkan bahwa penandatanganan kerjasama (PKS) ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendampingi para petani serta mendorong perekonomian di Tabanan. Pihaknya di OJK, menurut Parjiman, melakukan evaluasi berbagai produk unggulan yang nanti berefek besar guna menopang perekonomian di daerah.

Saat penandatanganan kerjasama. (foto/yad)

Untuk Tabanan, OJK memperoleh hasil bahwa produk kakao dapat dikembangkan dari sisi mana pun, termasuk untuk diekspor. Tak hanya di Bali, produk kakao ini rencananya dikembangkan di Lombok Utara, NTB.

Parjiman menambahkan bahwa pihaknya tidak dapat pekerja sendirian sehingga harus membentuk ekosistem pengembangan ekonomi daerah karena ada sektor IJK seperti perbankan: PT BPD Bali, BPJS, Jamkrida, pemda, dan offtaker.

Dengan adanya sokongan dari industri jasa keuangan itu, maka para petani kakao di Tabanan dapat berkembang dan maju. Sedangkan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Pemkab Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, S.T., M.T., mewakili Bupati Tabanan, menyebut bahwa kakao adalah salah satu produk komoditas Tabanan yang sedang dikoordinasikan oleh pemda dengan stakeholders setempat.

Melalui pengembangan ekonomi daerah, pihaknya ingin membangun ekosistem kakao dari hulu sampai hilir. Dalam hal ini, petani sebagai pondasi, pembiayaan sebagai penggerak, industri sebagai pengolah, pasar sebagai tujuan, dan pemerintah sebagai orkestrator kolaborasinya.

‘’Konsep pembangunan yang akan didorong oleh Kabupaten Tabanan bukan lagi sekadar menjual hasil pertanian, tetapi menjual nilai tambah. Hal ini salah satunya telah dilakukan oleh Cau Chocolates International,’’ tegas Wiratmaja, sambil mengapresiasi langkah yang dilakukan Chief Executive Officer (CEO) atau Dirut Cau Chocalates Kadek Surya Prasetya Wiguna, sekaligus petani muda milenial Kabupaten Tabanan ini.

Pemkab Tabanan mengapresiasi secara khusus langkah OJK Provinsi Bali bersama jajaran, IJK, pabrik cokelat Cau Chocolates dan kelompok tani yang gigih membangun kolaborasi. Pihaknya berharap kerjasama ini tak hanya berhenti pada PKS, namun menjadi kontrak kinerja bersama untuk menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, kemudahan pasar, peningkatan kualitas-produktivitas dan perlindungan petani.

Disamping itu tumbuh pengolahan kakao di Tabanan, sehingga produk ini menjadi unggulan atau brand ekonomi daerah, serta bagian dari identitas baru Tabanan. Dengan demikian lapangan kerja terus bertambah, usaha semakin banyak dan nilai ekonomi bertambah, sehingga warga betah tinggal di daerahnya.

Usai penyerahan bantuan bibit kakao ke kelompok tani, Kepala OJK Bali Parjiman bersama Direktur Kredit BPD Bali Made Lestara Widiatmika, S.E.,M.M., (mewakili Dirut) dan pejabat lainnya, melihat dari dekat kebun kakao di Banjar Cau. Parjiman dan Lestara juga berkesempatan memetik langsung buah kakao matang dari pohonnya.

Selanjutnya rombongan yang dipandu Kadek Surya Prasetya Wiguna melihat dari dekat proses pengolahan kakao hingga menjadi produk jadi bermerk Cau Chocolates di pabriknya.

Selain banyak dipasarkan di Bali, produk unggulan Tabanan ini juga dipasarkan di daerah lain serta diekspor ke Australia maupun Eropa. (01)