
Malang, (pawartajatim.com) – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Malang masa bakti 2026–2031 dikukuhkan di Savana Hotel Malang Sabtu (17/10/2026) malam. Pengukuhan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru Hikmah Bafaqih, bersama jajaran pengurus untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran partai di tengah masyarakat.
Momentum tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal/Sekjen DPP PKB, Hasanuddin Wahid, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dua mantan Wali Kota Malang HM Anton atau Abah Anton dan Sutiaji, jajaran kyai, pimpinan lintas partai politik, Bawaslu, KPU, serta ratusan kader dan simpatisan.
Kehadiran unsur pemerintah, tokoh politik, dan masyarakat itu menempatkan pengukuhan bukan sekadar sebagai agenda internal partai, melainkan juga momentum memperkuat komunikasi politik dan sinergi pembangunan di Kota Malang.
Hikmah Bafaqih dipercaya memimpin DPC PKB Kota Malang. Ia didampingi Saniman Wafi sebagai sekretaris dan Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto sebagai bendahara. Adapun jajaran wakil ketua diisi M. Anas Muttaqin, Damanhuri, Arif Wahyudi, serta sejumlah figur lainnya.
Komposisi kepengurusan baru didominasi figur muda potensial. Regenerasi tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi untuk memperkuat kaderisasi sekaligus menjaga kesinambungan kepemimpinan partai selama lima tahun ke depan.
Dalam penyampaiannya, Hikmah menegaskan, pengukuhan harus menjadi titik awal penguatan tanggung jawab seluruh pengurus. Soliditas organisasi, menurut dia, perlu disertai mekanisme pengawasan dan evaluasi agar kinerja pengurus maupun fraksi berjalan sesuai mandat partai.
Ia mengungkapkan, mekanisme pengawasan kinerja fraksi dan pengurus telah berjalan sejak proses konsolidasi kepengurusan dimulai sekitar 4,5 bulan lalu. Hikmah juga menyoroti tantangan kepercayaan publik terhadap partai politik.
Ia mengajak seluruh pimpinan partai di Kota Malang membuktikan bahwa politik dapat menghadirkan kebijakan dan pelayanan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. “Tugas kita semua, para pimpinan parpol, adalah membuktikan bahwa keberadaan partai politik dan produk kebijakan publiknya benar-benar dapat dipercaya dan dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat,” tegas Hikmah.
Ia mengingatkan bahwa bantuan keuangan negara yang diterima partai politik serta penghasilan yang melekat pada jabatan publik harus diimbangi pertanggungjawaban melalui kerja dan pengabdian kepada rakyat.
Di luar konsolidasi organisasi, DPC PKB Kota Malang juga membawa sejumlah agenda sosial dan ekonomi. Di antaranya memberikan ruang tampil bagi kelompok musik disabilitas netra, mendorong belanja produk UMKM binaan partai, serta menerapkan gerakan No Plastic melalui penyediaan air minum isi ulang dalam setiap kegiatan.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, berharap kepengurusan baru PKB mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya literasi politik generasi muda, komunikasi terbuka dengan masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.
Dengan pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031, DPC PKB Kota Malang memasuki fase baru konsolidasi organisasi di bawah kepemimpinan Hikmah Bafaqih. (sam/ely)










