Imigrasi Blitar Ajak Masyarakat Waspadai Kejahatan TPPO dan TPPM

Usai sosialisasi TPPO/TPPM di Blitar Rabu (16/9). (foto/khoi)

Blitar, (pawartajatim.com) – Melalui program desa binaan, Kantor Imigrasi Blitar memberikan edukasi kepada sejumlah masyarakat. Diantaranya warga Blitar Selatan, Kecamatan Bakung Rabu, (16/9). “Program itu kami fokuskan pada ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang/TPPO dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM),’’ kata Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto.

Ia mengatakan, pencegahan TPPO dan TPPM membutuhkan kepedulian serta kewaspadaan bersama. Terutama bagi masyarakat yang berencana bekerja maupun bepergian ke luar negeri. Termasuk pemahaman terhadap prosedur keimigrasian yang benar.

Agar apa? agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan atau keberangkatan yang menggiurkan tapi justru merugikan. Untuk itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting. Dengan harapan tidak ada lagi korban TPPO maupun TPPM ke depannya.

“Sengaja kami jadikan mitra strategis warga Desa Bakung ini. Dengan tujuan dapat memberikan informasi keimigrasian kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Blitar, Joni Rokyan, menjelaskan, edukasi tersebut disampaikan melalui Petugas Pembina Desa (PIMPASA).

Suasana sosialisasi TPPO/TPPM di Blitar Rabu (16/9). (foto/khoi)

Kegiatan menyasar berbagai unsur masyarakat. khususnya kelompok usia produktif yang memiliki peluang bekerja atau sekedar perjalanan ke luar negeri. Sebanyak 30 peserta hadir, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat usia produktif, anggota PKK dan Karang Taruna.

Joni berharap informasi yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing sehingga jangkauan edukasi pencegahan TPPO dan TPPM semakin luas.

Foto bersama usai sosialisasi TPPO/TPPM di Blitar Rabu (16/9). (foto/khoi)

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pemberian paket sembako kepada 30 perwakilan masyarakat yang hadir. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi antara jajaran Imigrasi Blitar dengan masyarakat Desa Bakung. (khoi)