Isu Demo di Perusahaan Greenfield, Sejumlah Tokoh Tolak Unjukrasa dengan Tandatangan

Sejumlah tokoh di Blitar saat rapat menyikapi ancaman unjukrasa. (foto/khoi)

Blitar, (pawartajatim.com) – Isu digelarnya unjuk rasa di perusahaan Greenfield yang akan digelar di kawasan Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur/Jatim mendapat reaksi dari warga setempat. Sejumlah warga menggalang tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap perusahaan tersebut.

Pengumpulan tanda tangan dilakukan secara bertahap sejak Sabtu hingga Minggu kemarin. Dengan melibatkan lebih dari 20 tokoh perwakilan dusun yang ada di Desa Ngadirenggo. Salah satu warga, Budi, menilai rencana aksi tersebut tidak mewakili aspirasi masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan.

Ia menyebut persoalan itu berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja sebelumnya. “Sebetulnya warga tidak ikut campur masalah demo. Karena selama ini perusahaan itu banyak memberikan manfaat bagi warga,” ujarnya.

Ia menyoroti persoalan keterlibatan pemuda desa dalam kerja sama pekerjaan yang dinilai belum memberikan manfaat sesuai harapan. “Dulu ada salah satu warga yang pernah kerja di sana, ia kena PHK, kemudian mengajak demo, tapi warga tidak ada yang mau,” kata Budi, di Blitar Selasa (13/10).

Hal senada disampaikan Negrohediono, warga Ngadirenggo. Ia menilai aspirasi masyarakat sekitar perlu dibedakan dari kepentingan kelompok atau individu tertentu. Jangan sampai demo itu seolah-olah mewakili seluruh warga.

‘’Menurut saya, perlu dilihat apakah itu benar-benar untuk kepentingan masyarakat atau kepentingan pribadi,” kilahnya. Pengumpulan tanda tangan oleh sejumlah tokoh dusun tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian sikap warga di tengah munculnya isu rencana unjuk rasa.

“Kami mengharapkan persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik sosial di lingkungan desa. Mereka juga menginginkan agar setiap persoalan terkait ketenagakerjaan, PHK, maupun pembagian kesempatan kerja diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang sesuai,” pungkasnya.

warga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan tidak memicu perpecahan di lingkungan desa. (khoi)