Hiswana Migas Jatim Jamin Distribusi LPG Stabil, Minta Masyarakat Tenang

Pengurus Hiswana Migas Jatim. (foto/ist)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menanggapi isu kenaikan harga BBM dan LPG di tengah dinamika global, Sekretaris DPD V Hiswana Migas Jawa Timur/Jatim, Tri Prakoso, menegaskan, distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan dengan pengawasan ketat. Meskipun dalam beberapa hari terakhir terjadi penyesuaian pasokan.

Tri menjelaskan, dalam kondisi tertentu distribusi dari agen ke pangkalan tidak selalu terpenuhi 100 persen. Namun, langkah tersebut dilakukan sebagai strategi untuk memastikan pemerataan pasokan di seluruh wilayah.

“Kalau biasanya pangkalan mendapat alokasi penuh, kini disesuaikan menjadi 75 persen. Yang penting semua wilayah tetap mendapatkan distribusi,” kata Tri Prakoso, di Surabaya Kamis (23/4). Menurut dia, kebijakan ini penting untuk mencegah kekosongan di wilayah tertentu.

Hiswana Migas terus memantau pola konsumsi di lapangan, khususnya pada pangkalan dengan tingkat penarikan tinggi. “Indikasinya terlihat ketika stok pangkalan habis sebelum pukul 12.00. Ini menjadi perhatian kami, apakah karena kebutuhan riil masyarakat atau ada potensi lain,” jelasnya.

Untuk mempercepat respons terhadap potensi kelangkaan, sistem pelaporan stok juga diterapkan secara rutin. Setiap pangkalan diwajibkan melaporkan kondisi persediaan setiap hari pada pukul 11.00 melalui sistem terintegrasi.

“Dengan laporan harian tersebut, potensi kekosongan bisa segera diantisipasi,” tambahnya. Tri menegaskan, seluruh pelaku usaha di sektor hilir migas wajib mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Baik oleh Kementerian ESDM maupun Pertamina. Kepatuhan tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas distribusi dan mencegah penyimpangan. “Kami diaudit oleh berbagai lembaga. Kalau tidak mengikuti aturan, konsekuensinya jelas dan bisa merugikan,” tegasnya.

Hiswana Migas Jatim, komitmennya tegak lurus mendukung seluruh kebijakan pemerintah di sektor energi. “Pada prinsipnya, kami di Hiswana Migas Jatim tegak lurus mendukung kebijakan pemerintah. Apa pun langkah yang diambil pemerintah, kami siap menjalankan dan mengawal di lapangan,” tambah Tri.

Di lapangan, sejumlah pedagang LPG di tingkat toko rumahan di Surabaya memastikan kondisi stok masih relatif aman dan harga tetap stabil. Cak Mat (45), pedagang LPG di kawasan Bulak Banteng, mengaku pasokan yang diterimanya masih berjalan normal.

“Stok tak pernah kurang, tetap ada terus. Harga juga masih normal, tidak ada kenaikan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Mbak Kar, pedagang di wilayah Setro, Surabaya. Ia memastikan distribusi LPG masih lancar dan masyarakat tetap bisa membeli seperti biasa.

“Selama ini aman, tak ada kelangkaan. Harga juga tetap sesuai ketentuan,” kilahnya. Di tengah dinamika global yang mempengaruhi sektor energi, termasuk potensi kenaikan harga BBM dan LPG, pihaknya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum pasti.

“Kondisi geopolitik dan ekonomi global memang dinamis. Potensi kenaikan itu ada, tetapi kami yakin pemerintah akan mengambil langkah terbaik untuk melindungi masyarakat,” kata Tri.

Ia mengingatkan, pemerintah selama ini telah menanggung beban besar untuk menjaga harga energi tetap terjangkau. “Selisih harga antara subsidi dan harga pasar sangat besar. Artinya, pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat,” jelasnya.

Karena itulah, Tri Prakoso mengimbau masyarakat, khususnya di Jatim, tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan sabar. Pemerintah pasti memiliki solusi terbaik di tengah kondisi global yang tidak menentu,” pungkasnya. (bw)