Surabaya, (pawartajatim.com) – Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya 2026 berjalan lancar. Dari 61 Kloter yang telah mendarat di bandara Juanda semua tidak ada halangan berarti. Bahkan, sebagian tiba lebih cepat dari waktu yang direncanakan. Dan hanya 7 Kloter yang mengalami sedikit keterlambatan tiba.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya sampai Rabu (17/6) pukul 10.00 WIB ini telah menerima kedatangan 61 kloter dengan total 23.115 jamaah dan petugas. Atau bila dihitung prosentase sudah mencapai 53 persen dari keseluruhan 44.000 orang yang tergabung dalam operasional haji tahun ini.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan Rabu ini Debarkasi Surabaya menerima kedatangan 2 kloter. Yakni, Kloter SUB 60 sebanyak 380 orang dan Kloter SUB 61 sebanyak 379 orang.
“Hingga hari ke-17 operasional pemulangan, sebanyak 23.115 jamaah dan petugas telah kembali melalui Debarkasi Surabaya. Proses pemulangan berjalan tertib, aman, dan terus kami lakukan dengan koordinasi yang baik bersama seluruh unsur pelayanan,” kata Mohammad As’adul Anam.
Dari jumlah kedatangan tersebut, tercatat jamaah sebanyak 22.699 orang, petugas 243 orang, PHD 90 orang, dan PIH KBIHU 83 orang. Berdasarkan jenis kelamin, jamaah dan petugas yang telah tiba terdiri atas 10.726 laki-laki dan 12.389 perempuan.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya menjelaskan dari total rencana kedatangan sebanyak 44.000 orang yang tergabung dalam 116 kloter. Masih terdapat 22.022 orang yang akan dipulangkan pada jadwal berikutnya.

“Persentase kedatangan saat ini telah mencapai 53 persen. Kami terus mengoptimalkan seluruh layanan debarkasi agar proses penerimaan jamaah berlangsung cepat, nyaman, dan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Dalam aspek operasional penerbangan dari 61 terebut tercatat 44 penerbangan tiba tepat waktu, 10 penerbangan tiba lebih cepat, dan 7 penerbangan mengalami keterlambatan. Sementara itu, data mutasi keluar tercatat sebanyak 160 orang, terdiri atas 26 jamaah wafat di Arab Saudi, 24 jamaah sakit di Arab Saudi, 10 jamaah tunda pulang, 58 seat kosong, 36 jamaah pindah kloter, dan 6 jamaah pulang mandiri.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 77 jamaah mutasi masuk hingga saat ini. Terkait jamaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Hingga 17 Juni 2026 tercatat masih terdapat 14 jamaah yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Mereka akan dipulangkan setelah mendapatkan izin medis. PPIH Debarkasi Surabaya terus memantau perkembangan jamaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. ‘’Kami berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan otoritas terkait agar proses pemulangan mereka dapat dilakukan setelah kondisi kesehatan memungkinkan,” jelas pria yang merangkap Plt Kemenhaj Provinsi Jawa Timur/Jatim ini.
Hingga saat ini, jumlah jamaah wafat yang tercatat dalam operasional Debarkasi Surabaya sebanyak 32 orang. Terdiri atas 26 orang wafat di Arab Saudi, 1 orang wafat dalam perjalanan pulang, dan 5 orang wafat setelah tiba di tanah air.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para jamaah haji tersebut. Kemudian untuk jadwal kedatangan Kamis (18/6), Debarkasi Surabaya dijadwalkan menerima lima kloter, yaitu SUB 62, SUB 63, SUB 64, SUB 65, dan SUB 66.
“Kami mengimbau seluruh jamaah dan keluarga untuk terus mengikuti informasi resmi dari PPIH serta menjaga ketertiban selama proses penjemputan. Semoga seluruh rangkaian pemulangan haji tahun ini berjalan lancar hingga kloter terakhir,” pungkas Ketua PPIH Debarkasi Surabaya. (dra)











