Banyak Keteladanan Kajati Sultra Dr Abdul Qohar Affandi, Totalitas Melayani Tamu

Oleh: Dr Aqua Dwipayana (Motivator Nasional)

Selama dua hari, Rabu hingga Kamis (22-23/4/2026) saya menjadi tamu Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra) Dr Abdul Qohar Affandi. Agenda utamanya adalah melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada jajarannya. Pesertanya sekira 110 orang termasuk para istri pegawai yang tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.

Saya di Sultra sekira 30 jam. Selain sharing di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra Jl. Ahmad Yani No. 4 Kendari, atas izin Dr Qohar, saya melaksanakan kegiatan serupa di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Bank Indonesia (BI) Sultra, dan Bank Muamalat Cabang Utama Kendari.

Menjelang, saat, dan sesudah acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kejati Sultra, saya merasakan langsung banyak keteladanan Dr Qohar. Hal itu menjadi contoh buat banyak orang termasuk bagi diri saya sendiri.

Saya menyarankan kepada para pimpinan di semua level agar mencontoh seluruh keteladan Dr Qohar. Hal itu sangat bermanfaat. Tidak hanya buat yang melakukannya tetapi juga untuk institusi tempatnya bekerja.

Khusus kepada jajaran Dr Qohar, baik di Kejati Sultra maupun sekarang di Kejati Jawa Timur/Jatim, agar serius, sungguh-sungguh, dan konsisten meneladani atasannya itu. Sehingga kelak karier mereka seperti Dr Qohar. Paling utama di mana pun berada selalu diterima lingkungan.

Penuhi Komitmen

Saat masih menjabat Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, menjelang promosi jadi Kejati Sultra, bapak dua putri itu menyampaikan akan mengundang saya ke Kendari untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi.

“InsyaALLAH setelah saya resmi menjabat Kajati Sultra, Pak Aqua saya undang ke sana. Saya minta bapak memotivasi jajaran saya dan membantu meningkatkan kemampuan komunikasi mereka,” ujar Dr Qohar.

Pria Lamongan itu tidak sekadar berucap apalagi beretorika. Setelah resmi menjabat Kajati Sultra, mengagendakan saya melaksanakan acara Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada jajarannya. Rencana semula, Dr Qohar mau mengundang saya untuk sharing pada acara Ikatan Adhyaksa Dharmakarini di Kabupaten Buton.

Beberapa pertimbangan termasuk perjalanan ke sana, sehingga saya tidak jadi diundang. Mencarikan waktu yang lain. Itu salah satu dari keteladanan Dr Qohar. Berusaha membuat tamunya nyaman termasuk memikirkan dan mempertimbangkan perjalanan ke tempat acara.

Akhirnya saya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di kantor Kejati Sultra pada Kamis pagi (23/4/2026). Saya menyampaikan materi bertajuk “Strategi Komunikasi yang Efektif untuk Meningkatkan Kinerja agar Optimal Melayani Publik”.

Pelaksanaan kegiatan itu lima hari sebelum Dr Qohar meninggalkan Sultra. Setelah sekira 9 bulan sukses bertugas di sana, ia mendapat promosi menjadi Kajati Jatim.

Langsung Melayani

Keteladanan berikutnya, Dr Qohar, sendiri yang mengurus akomodasi dan transportasi saya. Tidak menugaskan stafnya melakukan itu. Ini adalah pengalaman pertama saya saat diundang Sharing Komunikasi dan Motivasi yang akomodasi dan transportasinya diurus langsung oleh pimpinan tertinggi di institusi yang mengundang saya.

Biasanya, pimpinan menugaskan salah seorang stafnya untuk menyiapkan semua itu. Dr Qohar tidak melakukan itu. Pemikiran positifnya, pria rendah hati tersebut tidak mau membebani anak buahnya termasuk untuk urusan kantor.

Sebagai Kajati, bisa saja Dr Qohar menugaskan salah seorang jajarannya. Misalnya salah satu asistennya untuk mempersiapkan akomodasi dan transportasi buat saya. Tapi ia tidak melakukan itu. Beberapa hari sebelum acara, mantan Kajari Kabupaten Malang itu kontak saya. Menanyakan rencana kedatangan dan kepulangan saya. Hal tersebut terkait dengan pembelian tiket pesawatnya.

Saya menginfokan rencana perjalanan ke Sultra dan kembali ke Jakarta dengan menginap semalam di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu kebiasaan saya jika berkunjung ke satu daerah, berupaya mampir ke daerah lain. Agendanya cuma satu: silaturahim.

“Silakan Pak Aqua infokan secara detil rencana kedatangan ke Sultra dan kepulangan ke Jakarta termasuk mampir di Makassar. InsyaAllah tiketnya saya belikan,” ujar pejabat yang sangat rendah hati itu.

Setelah saya menginfokan nama pesawat, nomor penerbangan, jam, hari, dan tanggalnya, hanya hitungan menit, Dr Qohar telah mengirimkan tiketnya. Membelikan saya tiket Garuda Indonesia kelas bisnis. Ini sesuai standar kalau mengundang saya sebagai pembicara profesional.

Seingat saya, tidak pernah menginfokan tentang itu ke Dr Qohar. Kajati Jatim tersebut membelikannya sebagai apresiasi kepada saya sebagai teman akrabnya. Tidak hanya tiket. Saya mendapat kamar di hotel terbaik di Kendari yakni Hotel Claro.

Pemiliknya Kingbert Benly dan Wilianto Tanta teman baik saya.

Pegawai Terbaik Mendampingi

Selama sekira 30 jam di Sultra, Dr Qohar menugaskan salah seorang pegawai terbaiknya mendampingi saya. Namanya Saharudin, yang sehari-hari akrab dipanggil Aco. Suami dari Gadiz Gustaviazhari Dwi Sunarno itu melayani saya mulai dari menjemput di Bandara Haluoleo Konawe Selatan hingga mengantarkan ke tempat yang sama. Selama di Sultra kami selalu bersama-sama.

Aco yang bertugas di bagian Intelijen Kejati Sultra sangat paham propinsi itu. Selama kami bersama, saya banyak mendapat informasi menarik tentang Sultra. Saya menyimak perjuangannya bekerja di Kejati Sultra.

Mengawalinya pada 2013 sebagai pegawai honorer di bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Konawe. Tahun 2023 ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Lulus. April 2024 dapat Surat Keputusan penempatan di Kejaksaan Negeri Bombana.

Sebagai apresiasi kepada Aco, saat sharing, saya memanggilnya ke depan. Memintanya menyampaikan testimoni selama bersama saya di Sultra. Aco yang duduk di barisan belakang kaget. Sama sekali tidak menyangka saya memanggilnya ke depan.

Disaksikan Dr Qohar, istrinya Dewi Qohar, Wakil Kajati Sultra Dr Dwi Agus Arfianto, dan ratusan peserta lainnya. “Terima kasih atas perhatiannya kepada saya yang sangat besar. Saya bangga bisa melayani Bapak Aqua Dwipayana, selama di Sultra,” ujar bapak dari Muhammad Attar itu.

Berterima Kasih sekali ke Dr Qohar

Selama ini termasuk saat di Sultra, saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman berharga dari Dr Qohar. Seiring dengan peningkatan kariernya, alumni Fakultas Hukum Universitas Jember itu makin rendah hati.

“Pak Aqua, jabatan itu kan amanah dari Allah Swt, sehingga saat menjabat harus melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai menyalahgunakan semua kepercayaan yang diperoleh. Pertanggung jawabannya berat, baik di dunia maupun akhirat,” ujar Dr Qohar berkali-kali ke saya.

Keteladan Dr Qohar lainnya di bidang komunikasi. Selalu merespon telepon dan WhatsApp (WA) saya. Jika terlambat melakukannya, menyampaikan permohonan maaf. Selain itu senang menerima masukan terkait aktivitas dan jajarannya.

Tidak ragu-ragu memperbaikinya jika meyakini membuat jadi baik dan lebih baik lagi. Saya yang pertama kali ketemu Dr Qohar, di pesawat dalam penerbangan dari Lombok ke Jakarta, dari awal telah memiliki kesan positif kepadanya. Ketika itu kami duduk bersebelahan di kursi paling depan.

Kesan positif itu semakin meningkat seiring dengan perjalanan waktu. Terutama setelah kami intens berkomunikasi. Mendiskusikan berbagai hal yang sebagian off the record. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada Dr Qohar yang telah banyak memberi pelajaran dan pengalaman berharga buat saya. Alhamdulillah… (*)