Alhamdulilah……, Sapi Milik Peternak Gianyar, Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

HEWAN KURBAN - Sapi bernama Kliwonmilik peternak, I Kadek Astitiya, warga Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Gianyar, yang dipilih Presiden Prabowo untuk hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha. (foto/yad)

Gianyar, (pawartajatim.com) – Ketekunan, keuletan, dan konsistensi peternak sapi, I Kadek Astitiya (38), warga Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Gianyar, membuahkan hasil menggembirakan. Salah satu sapi Bali peliharaannya diberi nama Kliwon terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, menjelang Hari Haya Idul Adha.

Sapi tersebut berasal dari kandang Silih Asih Farming milik Kadek Astitiya. Beberapa tahun terakhir ini dia fokus mengembangkan peternakan sapi Bali berbasis manajemen modern dan berkelanjutan.

Kadek Astitiya pada Minggu (24/5/2026) menjelaskan, sejak awal dia memang menyiapkan bibit sapi secara selektif dengan memperhatikan secara khusus pada kualitas, kesehatan, dan pola perawatan.

“Saya mengajukan sapi terbaik di kandang yaitu Kliwon. Selain memiliki bobot terberat, kondisi kesehatannya juga sangat baik,” katanya. Sebelum ditetapkan menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, sapi tersebut diseleksi ketat oleh tim dari Dinas Peternakan Provinsi Bali.

Penilaian meliputi kesehatan hewan, kelayakan fisik, hingga kesesuaian dengan syariat hewan kurban. Saat penimbangan dua bulan lalu, bobot Kliwon sekitar 608 kilogram. Keberhasilan meningkatkan kualitas dan bobot sapi, menurut Kadek Astitiya, tidak terlepas dari sistem pemeliharaan yang disiplin.

Menjaga kebersihan dan pola pakan teratur. Selain sanitasi kandang yang rutin, sapi juga dimandikan setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya. Untuk pakan, Silih Asih Farming memanfaatkan sistem formulasi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah komoditas.

Seperti bungkil sawit, kopra, dan ampas pertanian sebagai sumber protein. Sedangkan serat pakan diperoleh dari jerami limbah pertanian yang diolah kembali. Kadek Astitiya, menambahkan formulasi pakan tersebut merupakan hasil riset mandiri yang dikembangkannya dalam beberapa tahun terakhir guna meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi ternak.

Dia menambahkan, sektor peternakan dan pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan generasi muda. Terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap konsep ekonomi hijau.

“Anak muda harus berani melihat peluang di sektor pertanian dan peternakan. Dengan inovasi dan kreativitas, sektor ini bisa memberi dampak ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” tandasnya. (yad)