
Surabaya, (pawartajatim.com) – Literasi keuangan anak SD dan SMP di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Menurut survei pada tahun 2020, tingkat literasi keuangan anak SD dan SMP masih relatif rendah. Anak SD hanya sekitar 30 persen yang memiliki pemahaman dasar tentang keuangan, seperti mengenal uang dan konsep tabungan.
Sedang anak SMP sekitar 50 persen memiliki pemahaman dasar tentang keuangan, seperti mengenal uang, tabungan, dan investasi sederhana. Di bulan Ramadan 1447 H tahun 2026 ini, di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik baik saja, Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis Surabaya (KWEBS) tetap menggelar kegiatan ‘Gebyar Amal Ramadhan’ memberikan santunan ke tiga Panti Asuhan di Kota Surabaya.
Yakni, Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Jalan Gemol IC Kota Surabaya, Panti Asuhan Al Muniroh Jl. Pakis Tirtosari XV No. 27, Pakis, Kecamatan Sawahan Surabaya dan Panti Asuhan Al Ikhsan Jl Simo Sidomulyo 5 Patemon.
Dalam kegiatan kali ini dikemas dalam program “Berbagi dan Literasi”, memadukan acara berbagi seperti biasa kepada 100 anak di tiga panti asuhan sekaligus edukasi literasi keuangan. Bantuan yang diberikan berupa hampers buat anak panti asuhan, uang saku, sembako dan uang untuk Panti Asuhan.

Guna merealisasikan kegiatan tersebut, KWEB mendapatkan dukungan dari sejumlah korporasi dan instansi seperti Bank Jatim, PLN (YBM PLN), Sinergi Gula Nusantara (SGN), Kino, Pertamina, Kalbe Farma, Telkomsel, Bogasari, PGN (gaskita), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa keuangan (OJK), EIGER.
Plt. Divisi Kehumasan LPS, Rhein Valleno, mengatakan hari ini dapat berkumpul kembali merajut silaturahim dan menggalang amal kebaikan di panti asuhan Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah, Panti Asuhan Al Muniroh dan Al Ikhsan. Momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi bagi kita sesama manusia dan menjadi penyempurna dari seluruh rangkaian ibadah kita di bulan suci Ramadhan.

Foto Bersama antara panitia KWEBS, perwakilan OJK dan anak Yatim dari Panti Asuhan Al Muniroh Surabaya. (foto/bud)
Acara kali ini mendapatkan dukungan penuh dari LPS, lembaga yang bertugas melakukan penjaminan simpanan masyarakat Indonesia di Bank ketika Bank tersebut di cabut izin usahanya atau dengan bahasa mudahnya disebut bangkrut, sesuai amanat UU LPS yaitu UU No.24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, dan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Rhein Valleno menambahkan, terima kasih untuk Komunitas Wartawan Ekonomi dan Bisnis Surabaya (KWEBS) yang sudah menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadan ini dan mengundang kami rekan-rekan di LPS untuk dapat berkolaborasi, semoga sinergi LPS dan rekan-rekan media di wilayah Surabaya dapat terus terjaga dan terus terjalin kedepannya.
Anugerah Rakhman perwakilan dari OJK menambahkan kegiatan Safari Ramadan KWEBS 1447 Hijriyah menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesadaran literasi keuangan di tengah masyarakat.

Dalam suasana Ramadan penuh berkah, kegiatan seperti buka bersama, santunan anak yatim, serta edukasi keuangan diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara pengetahuan bagi para penerima manfaat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahim antara komunitas, mitra kerja, dan masyarakat yang membutuhkan. Anugerah Rakhman menambahkan upaya menghadirkan edukasi keuangan dalam kegiatan sosial ini sejalan dengan semangat OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Syariah di Indonesia.
Melalui program Gerak Syariah 2026, OJK terus mendorong masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan yang sehat, bijak dalam menggunakan layanan keuangan khususnya Syariah, serta mampu merencanakan masa depan secara yang lebih baik.
“Edukasi sederhana yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan diharapkan dapat menjadi langkah awal menanamkan kesadaran finansial sejak dini,” kata Rakhman, di Surabaya Sabtu (14/3).
Dengan menggabungkan kegiatan sosial, keagamaan dan literasi keuangan, acara ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu, tetapi juga mendukung gerakan nasional literasi keuangan yang dicanangkan OJK.
Sinergi antara komunitas, media, dan lembaga keuangan diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya secara ekonomi.
Public Relation PT Indofood Tbk Divisi Bogasari, Rudianto Pangaribuan, mengatakan, Bogasari sangat mengapresiasi kegiatan KWEBS dengan kegiatan sosial menyantuni anak anak yatim piatu di bulan ramadan, salah satu bentuk nyata kemanusiaan, bogasari berterima kasih karena bisa ikut andil dalam kegiatan yang bemanfaat ini
Ketua Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah, Akhiyat, S.Pd.I, mengaku senang dengan kehadiran dan dukungan teman-teman media dari KWEBS yang peduli dengan kondisi panti asuhan yang ada di Kota Surabaya termasuk LKSA Muhammadiyah.
“Apalagi tidak hanya donasi, melainkan dengan tambahan literasi keuangan yang memang perlu dan sangat dibutuhkan anak-anak,” ujarnya. Ketua Panti Asuhan Al Muniroh, HM. Imam Mawardi S,Pd.I., senang dengan konsep yang dilakukan KWEBS yakni berbagi dan literasi.
Tidak hanya menyerahkan bantuan kepada anak-anak panti dan pengurus panti asuhan, melainkan juga ada tambahan ilmu tentang keuangan. “Meski anak-anak panti belum punya rekening, sangat perlu tahu tentang keuangan untuk bekal nanti. Anak-anak senang karena penyampaiannya lewat games, ringan tapi mengena buat anak-anak,” pungkasnya. (bw)










