
Denpasar, (pawartajatim.com) – Ada niat baik di balik pameran lukisan karya dr.Gede Bagus Darmayasa, M.M., M.Repro., di lobi Mall Living World (LW) Denpasar di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Usai pembukaan pamerannya pada Rabu (22/4/2026), pria yang lebih dikenal dengan sebutan Dokter Bagus ini mengaku bahwa dia ingin merintis atau sebagai pembuka jalan bagi para pelukis untuk mengikutinya berpameran di mal.
Menurutnya, selain sebagai tempat nongkrong atau berbelanja, mal juga dikunjungi masyarakat dari berbagai lapisan. ’’Paling tidak pengunjung mal melihat sesuatu (lukisan) sehingga merasa nyaman dan menghaluskan jiwa mereka,’’ kata Dirut RS Puri Raharja Denpasar ini.
Dokter Bagus mengaku sangat senang karena sesaat sebelum pameran dibuka, sejumlah pengunjung mal tak sabar ingin menyaksikan lukisan dari dekat. Dia juga menyambut baik ajakan pengelola mal untuk membuka jalan berpameran lukisan, sehingga membuka cakrawala atau menumbuhkan jiwa seni para pengunjung.
Pameran yang mengetengahkan 52 lukisan ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, S.H., M.H., mewakili Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Pameran berlangsung hingga Kamis (30/4/2026).
Saat membuka pameran, Lestari Kusuma Dewi mengapresiasi upaya baik dr.Bagus yang berpameran dengan tema ‘Goresan Emansipasi Spirit Kartini’ ini. Dia juga sangat mendukung kegiatan tersebut, karena di zaman modern ini, anak-anak hanya mengenal nama Kartini, tanpa memahami hakikat perjuangannya mengangkat emansipasi kaum wanita.
‘’Inilah yang perlu dibangun melalui lukisan-lukisan bertema Kartini. Kegiatan semacam ini perlu juga dilakukan oleh pelukis-pelukis lain, sehingga generasi muda lebih banyak mengenal pahlawan kita,’’ tandas Lestari Kusuma Dewi.
Pencinta seni, Putu Suasta, memuji kreativitas dr.Bagus yang multitalenta. Selain sebagai dokter (Dirut RS Puri Raharja), dr.Bagus juga piawai dalam melukis dan kreatif. Apa yang ada pada setiap lukisan sang Dokter merupakan cermin daripada gerakan sosialnya membantu sesama. ‘’Bisa kita lihat dari tema-tema lukisannya, semua berbeda dan mempunyai makna,’’ tegas Putu Suasta.
Sebelumnya, dr.Bagus menyatakan pameran di mal semacam ini baru pertama kali ada di Bali. Dengan demikian mal juga membantu seniman dalam menumbuhkan kreativitas mereka. Dari hasil penjualan lukisan pada pameran ini, sebagian rencananya disumbangkan ke pihak-pihak yang membutuhkan seperti panti asuhan.
‘’Ini artinya bahwa seniman juga punya misi mulia untuk membantu warga yang membutuhkan uluran tangan. Pelukis memang harus peduli sesama,’’ tegasnya. Mengenai tema-tema lukisan yang dipamerkan kali ini, dr.Bagus menyebut beragam.
Selain keindahan alam, kehidupan sosial, juga ada tema binatang seperti kuda si pemberi semangat. Dia berharap pameran di mal ini mendapat sambutan dari kalangan kolektor, pecinta seni, dan masyarakat luas.
Pembukaan pameran lukisan ini juga dimeriahkan dengan paduan suara siswa-siswi SD Cipta Dharma Denpasar dengan membawakan dua lagu, salah satunya ”Ibu Kita Kartini”. Penampilan mereka kian sempurna dengan disertai permainan angklung bambu. Yang menarik juga, pada kesempatan itu satu lukisan karra dr.Bagus bertema ikan koi ditandai oleh BPD Bali untuk dilego. (adnyana)










