Tabanan, (pawartajatim.com) – Sebanyak 249 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) resmi menyandang pangkat sersan dua (serda) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri (Dikmaba Infanteri) Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Penutupan pendidikan dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi, di Lapangan Wira Yudha Bhakti, Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Senin (26/10/2026).
Dalam penutupan latihan ini, Sersan Dua (Serda) I Made Isma Arya Permana Putra dinyatakan menerima penghargaan sebagai peraih nilai tertinggi Tripola Dasar Pendidikan, Pengetahuan, dan Keterampilan, setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri (Dikmaba Infanteri) Gelombang III Tahun Anggaran (TA) 2026.
Penutupan pendidikan ini dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Lapangan Wira Yudha Bhakti, Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Bali, Senin (26/10/2026).
Berikutnya Serda Januarius Bento Siki sebagai peraih nilai tertinggi Sikap dan Perilaku, serta Serda Mardo Feo sebagai peraih nilai tertinggi Jasmani Militer. Dalam kesempatan itu sebanyak 249 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) resmi menyandang pangkat serda setelah menyelesaikan pendidikan di Rindam IX/Udayana, Tabanan.
Pasca-menjalani pendidikan pertama, sebanyak 249 bintara remaja ini akan mengikuti pendidikan lanjutan kecabangan infanteri.
Mereka akan dibekali pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keprajuritan untuk mendukung pelaksanaan tugas di satuan masing-masing. Dalam amanat tertulis Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Putra Widiastawa, yang dibacakan Kasdam IX/Udayana, menyampaikan apresiasi ke para lulusan yang menyelesaikan pendidikan dan dilantik sebagai prajurit TNI AD berpangkat serda.
Pangdam menyebut kelulusan tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan, ketekunan, dan kerja keras selama mengikuti pendidikan. Dia meminta para prajurit agar menjadikan capaian itu sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas.
Menurut Pangdam, berakhirnya pendidikan menandai dimulainya pengabdian sebagai prajurit TNI AD. Sebagai prajurit infanteri, mereka dituntut menjaga profesionalisme, ketahanan fisik dan mental, serta kemampuan bertempur.
Pangdam mengingatkan para prajurit supaya menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam bertugas.
Mereka diminta terus mengembangkan kemampuan, menjaga kehormatan, dan menjunjung profesionalisme. Pangdam juga berpesan agar para prajurit berkontribusi dalam penyelesaian masalah, membangun hubungan kerja yang baik, serta menghormati senior dan membina junior.
Pangdam mengapresiasi Danrindam IX/Udayana dan tenaga pendidik atas pelaksanaan pendidikan ini.
Rangkaian upacara juga diisi demonstrasi bela diri kolosal.
Para lulusan memperagakan sparko, pencak silat militer dan karate, sebagai bagian dari hasil pembinaan fisik, mental, dan keterampilan selama pendidikan.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf.Amrizal Nasution mengatakan kelulusan tersebut menjadi awal pengabdian para bintara remaja dengan mengedepankan disiplin, profesionalisme, integritas, dan loyalitas.
“Pangkat serda yang disandang hari ini bukan sekadar simbol kenaikan status, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk memberi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Kami berharap para Bintara remaja mampu menjadi prajurit yang tangguh, adaptif, humanis, serta senantiasa hadir memberikan solusi dan rasa aman bagi masyarakat,” tandasnya. (yad)











