Pangdam IX/Udayana Kunjungi Petani Karangasem, Wujudkan Swasembada Pangan

DIALOG DENGAN PETANI - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa berdialog dengan para petani di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Baja Tani di Banjar Dinas Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (foto/ist)

Karangasem, (pawartajatim.com) – Mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Baja Tani di Banjar Dinas Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026).

Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Baja Tani I Ketut Semadi Yasa, S.Sos, Ketua Subak Bekukih I Ketut Dana; serta anggota dari delapan kelompok tani.

Dalam dialog tersebut, Ketua Baja Tani menyampaikan berbagai potensi dan tantangan pertanian yang dihadapi masyarakat, mulai dari serangan hama, keterbatasan air, hingga tingginya harga pupuk, sekaligus mengapresiasi pendampingan babinsa dan danramil yang selama ini aktif mendukung pertanian masyarakat.

Mewakili para petani, I Ketut Semadi Yasa menyampaikan bangga dan terima kasih atas perhatian Pangdam IX/Udayana yang turun langsung melihat kondisi pertanian di wilayah tersebut. Kehadiran Bapak Pangdam menjadi penyemangat luar biasa bagi kami, karena kami merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendiri.

‘’Kami berharap pembinaan melalui babinsa terus berlanjut, termasuk dukungan bibit unggul, pupuk dan alat mesin pertanian, agar hasil panen, serta kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.

Menanggapi hal itu, Mayjen TNI Made Putra Widiastawa, menegaskan bahwa petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

DIALOG DENGAN PETANI – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa berdialog dengan para petani di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Baja Tani di Banjar Dinas Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (foto/ist)

“Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Kalau tidak ada petani, kita semua tidak bisa makan,” tegas Pangdam, sambil mendorong para petani untuk terus meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil pertanian, serta memanfaatkan lahan kosong dan lahan tidur agar lebih produktif.

Selain meningkatkan produksi, Pangdam juga menekankan pentingnya memperluas akses pemasaran hasil pertanian dengan membangun kemitraan bersama hotel-hotel di sekitar Karangasem maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk mendukung hal tersebut, petani diharap menggunakan bibit unggul dan pupuk yang tepat agar menghasilkan komoditas berkualitas serta mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Pangdam juga mendorong kelompok tani agar tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk gabah mentah, tetapi mulai mengembangkan pengolahan hasil pertanian menjadi beras kemasan, keripik, maupun produk olahan lainnya, sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui keterlibatan BUMDes, Babinsa, dan Koperasi Kodim 1623/Karangasem, hasil produksi petani diharap memiliki akses pemasaran yang lebih luas dengan nilai jual yang dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat setelah diolah.

Pangdam mengarahkan agar pendampingan pertanian oleh babinsa terus ditingkatkan melalui kerja sama dengan petugas penyuluh lapangan (PPL), termasuk dalam pengembangan bibit unggul, penerapan teknik pertanian yang tepat, serta peningkatan kapasitas kelompok tani.

Pada hari yang sama, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa juga meninjau lokasi optimalisasi lahan Muntig di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kubu, Karangasem. Pangdam melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, serta menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig. Acara dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani.

Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian. Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga (KK) yang tergabung dalam satu kelompok tani.

Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberi penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat.

Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, berharap mendapat dukungan dari Pangdam IX/Udayana. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf.Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah. (yad)