Manokwari Selatan, (pawartajatim.com) -Kawasan transmigrasi di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan memiliki potensi lahan yang terbentang luas dengan sebagian petani mengelola lahan pertanian milik pribadi seluas sekitar 1-3 hektare. Namun, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menemukan adanya kendala cuaca bagi para petani dalam proses pengeringan padi.
Ketua TEP 12 ITS Ir Joko Susila MT menerangkan, aktivitas pascapanen yang serba konvensional menghadapkan para petani dengan risiko penurunan kualitas gabah akibat pengeringan yang terlalu lama. Untuk itu, dosen yang akrab disapa Jola ini bersama timnya merancang Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pengering padi untuk mendukung efisiensi proses pascapanen di wilayah Oransbari.
Saat kondisi cuaca cerah, proses penjemuran membutuhkan waktu sekitar lima hari. Ketika musim hujan atau mendung, proses pengeringan memakan waktu lebih lama lagi hingga dua minggu.
“Selama prosesnya, petani harus mengawasi gabah, menutupnya dengan terpal kalau hujan, kemudian dibuka saat cuaca cerah,” kata Jola di Manokwari Selatan Kamis (22/10). Menurut pengajar di Departemen Teknik Elektro ITS tersebut, hadirnya mesin pengering ini memperluas akses para petani terhadap teknologi pertanian yang lebih terkendali. Selain hemat waktu dan tenaga, teknologi ini juga membantu para petani menjaga kualitas gabah sebelum masuk tahap pengolahan dan penyimpanan.
Tim ITS ini pun telah melakukan pengujian awal sebanyak 36 karung gabah dengan perkiraan berat total sekitar 1,4 ton bersama petani setempat. Berdasarkan proses uji coba, pengeringan gabah padi menggunakan mesin hanya menghabiskan waktu sekitar 8-10 jam.
“Dengan mesin, petani akan hemat biaya tenaga kerja 2-3 orang dengan upah sekitar Rp 150.000 per hari,” ungkap Jola. Terkait proses pengeringan gabah, lanjut Jola, pemanasan mesin tidak hanya bergantung pada sekam padi untuk optimalisasi pembakaran.
Tim ITS ini juga melakukan pembakaran secara berlapis dengan mencampurkan kayu bakar bagian bawah dan limbah gergaji agar api bertahan lebih lama. Menurut Jola, panas yang dihasilkan untuk mesin akan maksimal karena dimensi fisik mesin cukup besar, sekitar 3,5 x 4 meter.
“Pengoperasian alat juga dilengkapi instrumen pengukur kadar air untuk memastikan tingkat kelembaban gabah sesuai standar, sebelum masuk ke proses penggilingan,” ujarnya. Pada sisi pemberdayaan, tim telah melakukan sosialisasi alat pengering dan akan dilanjutkan pelatihan teknis kepada 18 orang perwakilan kelompok tani.
Nantinya, pelatihan teknis secara langsung akan dipusatkan di gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Margorukun, Distrik Oransbari. Melalui alat pengering padi ini pula, Jola mengintegrasikan alur produksi yang dirancang secara utuh.
Mulai dari proses pengeringan, penggilingan gabah menjadi beras, hingga pengolahan beras menjadi tepung bersama TEP 9 dan TEP 19 ITS. “Pengelolaan seluruh fasilitas ini akan kami serahkan ke BUMDes dengan dukungan tim teknis lokal serta penerapan model bisnis yang berkelanjutan,” tuturnya.
Kemitraan dengan BUMDes Margorukun dipilih karena tim menilai, lembaga tersebut memiliki kinerja kelembagaan yang sangat baik dan positif. Sebab, para petani kerap bergantung pada rantai hutang dengan tengkulak atau pemodal kecil di daerah tersebut.
“Petani jadi sering tertekan untuk menjual hasil panen kepada mereka dengan nilai jual yang rendah,” paparnya. Melalui sistem sirkulasi baru ini, Jola mengungkapkan, BUMDes didorong untuk bisa menyerap dan membeli hasil panen petani.
Selain itu, BUMDes juga dibina untuk dapat mengolah hasil panen yang bernilai tinggi, sekaligus menyediakan pembiayaan modal untuk musim tanam berikutnya. Dukungan inovasi TTG di kawasan transmigrasi yang dikerjakan oleh TEP ITS ini sejalan dengan cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs).
Terutama pada poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dukungan Inovasi, Industri, dan Infrastruktur sesuai poin ke-9. Pemberdayaan lembaga lokal seperti BUMDes juga mewujudkan capaian poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (har)











