Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Perang peredaran narkoba menjadi program khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Terbaru, aksi ini menggandeng Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.
Bukan tanpa alasan. BNNK adalah lembaga yang fokus memerangi peredaran narkoba. Harapannya, lembaga ini bisa ikut mencegah peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama BNNK, nilai efektivitasnya sangat tinggi untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba. Kami tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan komitmen bersama yang kuat,” kata Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin disela kunjungan kerja ke BNNK Banyuwangi, Senin (18/5/2026).
Pihaknya berharap bersama BNNK bisa memaksimalkan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN), khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
Dukungan dari Lapas menjadi amunisi baru bagi BNNK Banyuwangi. Apalagi, tujuannya sama memerangi peredaran narkotika. “Sinergi yang baik akan mewujudkan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba yang sangat efektif. Kami di BNNK Banyuwangi menyatakan siap berkolaborasi secara penuh,” kata Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Faisol Wahyudi.
BNNK akan memberikan dukungan operasional kepada Lapas Banyuwangi untuk perang melawan narkotika. Misalnya, bantuan pelaksanaan penggeledahan blok hunian, pelaksanaan tes urine secara berkala bagi petugas maupun warga binaan, hingga pertukaran data intelijen untuk antisipasi penyelundupan narkotika ke lapas. (udi)











