
Surabaya, (pawartajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mengeskalasi jumlah ilmuwannya yang berpengaruh di dunia. Kali ini, sebanyak lima profesor dan satu adjunct professor ITS berhasil tercatatkan masuk dalam World’s Top 2 persen Scientist 2026 yang disusun oleh tim Stanford University dan Elsevier.
Capaian bergengsi ini membawa sejumlah nama-nama peneliti ITS ke kancah internasional dalam World’s Top 2 persen Scientist. Kelima profesor ITS yang masuk dalam daftar tersebut adalah Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD dan Prof Tohari Ahmad SKom MIT PhD dari Departemen Teknik Informatika, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD dan Prof Suprapto SSi MSi PhD dari Departemen Kimia, serta Prof Dr Ir Mahfud DEA dari Departemen Teknik Kimia.
Pada daftar career-long 2026, Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD yang sudah beberapa kali masuk menjadi satu-satunya nama yang tercatat dalam dua kategori sekaligus.
Selama 2025, dosen ITS dengan peringkat career-long tertinggi ini memeroleh 841 sitasi di bidang Artificial Intelligence dan Image Processing. Dari departemen yang sama, Prof Tohari Ahmad SKom MIT PhD mencatatkan 660 sitasi pada tahun yang sama melalui kontribusinya di bidang bidang Artificial Intelligence dan Image Processing.
Selain itu, dari kelompok ilmu murni terdapat Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD dan Prof Suprapto SSi MSi PhD dengan bidang keilmuan General Physics. Dua profesor tersebut, masing-masing memeroleh 473 dan 338 sitasi.
Di Departemen Teknik Kimia terdapat Prof Dr Ir Mahfud DEA yang juga dengan bidang keilmuan General Physics telah mencatatkan 475 sitasi berdasarkan data rekapan sitasi tahun 2025.
Tak hanya itu, terdapat satu orang adjunct professor yang tercatat sebagai akademisi di University of Kitakyushu, Jepang yang berafiliasi dengan ITS. Pada kolom afiliasi basis data Stanford mengacu pada institusi terakhir yang tercatat, sehingga Prof Weijun Gao membawa dua nama institusi sekaligus.
Akan tetapi, untuk kelima nama ilmuwan lainnya merupakan akademisi dengan afiliasi utama di ITS. Salah satu ilmuwan ITS yang masuk dalam World’s Top 2 persen Scientist 2026 Prof Riyanarto Sarno menyebutkan bahwa kontribusi keilmuan pada bidang publikasi bersifat fluktuatif.

Menurut dia, kunci agar tetap masuk dalam World’s Top 2 persen Scientist adalah rutin mengirimkan publikasi pada jurnal yang terpercaya. “Banyak peneliti yang menggunakan jurnal predator hanya untuk sekadar bisa publikasi tanpa adanya peer-review yang ketat,” papar lelaki kelahiran Surabaya ini.
Selain itu, Guru Besar ke-4 Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini menekankan bahwa ilmuwan harus rutin mengirimkan publikasi untuk kebermanfaatan masyarakat.
Bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dimaksud adalah menjadi fundamental research untuk suatu inovasi yang dapat dipatenkan dan diproduksi massal. Dengan begitu, orientasi dalam membuat publikasi tidak hanya terpaku pada capaian prestasi semata, tetapi untuk kebermanfaatan.
Menanggapi pencapaian ini, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyampaikan apresiasinya atas prestasi para dosen. Ia percaya bahwa prestasi ini merupakan hasil dari proses penelitian yang panjang, konsisten, dan membutuhkan komitmen yang besar.
“Melalui pencapaian tersebut, kami (DRPM ITS) mendorong agar kolaborasi internasional perlu diperluas agar capaian ini dapat memberikan multiplier effect bagi ekosistem riset ITS secara keseluruhan,” kata Prof Riyanarto Sarno, yang juga dosen Departemen Teknik Kimia ITS di Surabaya Rabu (14/10).
Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa kontribusi ITS terhadap pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) masih berlanjut, khususnya pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
“Pencapaian ini tidak berhenti sebagai penghargaan personal, tetapi dapat menjadi motivasi untuk terus menghasilkan riset yang semakin berkualitas dan berdampak,” tutup Taufany penuh harap. (har)










