
Denpasar, (pawartajatim.com) – Beberapa hari terakhir ini, kelangkaan Bahan Bakar Minyak/BBM menimpa Bali. Akibatnya, antrean kendaraan bermotor mengular di semua SPBU. Perekonomian Bali pun jadi lumpuh akibat banyak sektor tak bergerak lantaran kesulitan memperoleh BBM.
Ketua Yayasan Tamiang Bali Mandiri, Nyoman Baskara, mengatakan, masyarakat kini galau tatkala harus singgah ke SPBU, entah di perkotaan atau di perdesaan. Galau karena harga yang terus meninggi, kesal karena SPBU sering kehabisan stok.
‘’Kita harus rela memutar ke sana-sini mencari SPBU lain. Sudah pasti melelahkan dan peluh pun meleleh membasahi seluruh badan,’’ tegasnya. Menurut Baskara, rasa letih dan marah nyata-nyata terlihat pada wajah-wajah warga setelah berjam-jam harus antre menunggu giliran mendapatkan BBM.
Raut muka petugas SPBU juga jauh dari kesan ramah. ‘’Dua energi negatif saling bertemu. Sudah pasti memunculkan reaksi buruk. Bahkan, ada sejumlah warga yang terkulai pingsan. Rupanya mereka sangat kecapaian,’’ ungkap Baskara.
‘’Apa sesungguhnya yang terjadi pada BBM di Indonesia? Apakah karena ketidakberesan dalam proyeksi kebutuhan atau dikarenakan perencanaan yang buruk,’’ kata Nyoman Baskara, di Bali Rabu (14/10/2026).
Baskara menambahkan bahwa tidak sedikit yang menduga-duga jika produk strategis yang dikuasai kaum kapitalis ini tidak sekadar bisnis kaum pemburu superrente. Bahan bakar minyak ini juga jadi alat permainan yang dapat membuat instabilitas multidimensi.
Menurut dia, efek domino akibat kelangkaan BBM ini amatlah dahsyat. Kerugian yang harus ditanggung rakyat tak terhitung besarnya. Selain kerugian yang harus ditanggung warga, dunia pariwisata Bali ikut lumpuh.
Efek dari kemacetan karena antrean di setiap SPBU tentu mencoreng wajah Bali. Kelangkaan BBM membuat banyak kegiatan pariwisata terganggu, tak terkecuali kegiatan traveling.
Hal ini pasti memunculkan citra negatif terhadap pelaku wisata dan pemerintah.
‘’Pada akhirnya, BBM tidak saja menjadi beban berat masyarakat, namun juga menjadi berita buruk tentang kinerja pemerintah.,’’ tandas pria yang sangat peduli terhadap Bali ini. (yad)










