Horeee…, BBM Datang, Warga Bali ‘Serbu’ SPBU, Antrean Mengular Hingga ke Jalan Raya

ANTRE BELI BBM - Warga berpanas-panas antre untuk membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Denpasar pada Selasa (13/10/2026). Antrean panjang yang mengular mengakibatkan jalan macet dan krodit. (foto/yad)

Denpasar, (pawartajatim.com) – Begitu Bahan Bakar Minyak/BBM dikabarkan datang, masyarakat langsung ‘menyerbu’ SPBU-SPBU di Bali pada Selasa (13/10/2026) pagi. Akibatnya antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter hingga keluar ke jalan raya.

Pantauan di lapangan pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 Wita, warga mulai antre di sepanjang jalan walau SPBU belum buka. Antrean panjang sepeda motor dan mobil ini mengakibatkan jalanan krodit dan macet.

Belum lagi sejumlah warga tak sabaran dan kurang disiplin menjaga antrean dari kiri maupun kanan SPBU. Sehingga mengakibatkan kendaraan numplek-blek dari dua sisi. Di sejumlah SPBU di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Denpasar, nyaris penuh kendaraan.

Sepeda motor mendominasi antrean. Sehingga panjangnya bisa mencapai 100 meter hingga 200 meter. Ketika hari kian siang dan matahari mulai menyengat, warga yang antre jadi kepanasan. Mereka kemudian berteduh di emper toko.

Sedangkan sepeda motor dibiarkan berbaris dengan rapi. Bahkan di dekat SPBU pertigaan Jalan Maruti-Jalan Cokroaminoto, Denpasar Utara, banyak warga kehausan kerena lama mengantre. Syukur ada polisi yang datang membagikan air mineral.

Sehingga warga tak sampai dehidrasi alias kehabisan cairan lantaran kelamaan berada di atas motor dan di bawah sengatan matahari. Panjangnya antrean kendaraan yang membeli BBM, seperti di Jalan Gatsu, Lumintang, mengakibatkan kendaraan yang melaju dari arah barat seperti Jalan Cokrominoto dan Gatsu barat jadi tersendat.

ANTRE BELI BBM – Warga berpanas-panas antre untuk membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Denpasar pada Selasa (13/10/2026). Antrean panjang yang mengular mengakibatkan jalan macet dan krodit. (foto/yad)

Polisi dibuat sibuk mengatur arus lalu lintas. Akibat jalan yang padat karena warga mulai beraktivitas. Antrean kendaraan hingga di depan SMKN 1 Ubung, Denpasar Utara. Seorang pria yang tengah antre membeli BBM mengaku jika situasi semacam ini dibiarkan berlatur-larut, maka perekonomian Bali bisa juga ikut carut-marut.

‘’Hapus saja MBG ganti dengan nambah kuota BBM,’’ tegasnya. Pria tersebut menyebut agar kuota BBM di Bali jangan sampai dikurangi. Sebab masih banyak warga yang naik kendaraan dengan BBM berbahan fosil.

Selain itu aktivitas warga yang sangat tinggi. Sehingga membutuhkan banyak BBM. ‘’Bila perlu tambah lagi kuota BBM agar lalu lintas tidak sampai macet seperti ini,’’ tegasnya. Sementara itu, seorang gadis yang tengah mengantre membeli BBM di SPBU Gatsu Barat, Denpasar, mengaku bahwa dia mengantre hampir 1,5 jam untuk membeli pertalite.

Akibat kondisi antrean panjang seperti itu, dia akhirnya terlambat sampai di tempat kerja. Beda lagi ulah seorang pria yang mendatangi petugas SPBU menanyakan mengenai lamanya antrean di pinggir jalan.

Dia akhirnya memperoleh penjelasan bahwa stok BBM habis. Sehingga harus menunggu kedatangan truk pengangkut BBM. ‘’Sabar ya,’’ ujar petugas SPBU tersebut. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster, pada Senin (12/10/2026) pukul 11.00 Wita memanggil Pertamina dan Hiswana Migas guna merespons persoalan distribusi energi (BBM) yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

ANTRE BELI BBM – Warga berpanas-panas antre untuk membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Denpasar pada Selasa (13/10/2026). Antrean panjang yang mengular mengakibatkan jalan macet dan krodit. (foto/yad)

Setelah melakukan pembicaraan, Gubernur Koster memastikan bahwa distribusi BBM ke seluruh pelosok Pulau Dewata akhirnya dilakukan pada Senin itu juga begitu kapal pengangkut BBM milik Pertamina tiba di Pulau Dewata sehari sebelumnya.

Gubernur Koster menyatakan pasokan BBM di SPBU ditarget normal kembali pada Senin sore, namun fakta di lapangan ternyata hingga Selasa sore belum juga normal. Menurutnya, pemulihan pasokan tidak berhenti pada kedatangan kapal yang sudah bersandar di Bali.

Namun, ada kapal tambahan yang dijadwalkan kembali tiba pada Selasa (13/10/2026) untuk memperkuat ketersediaan BBM. Begitu juga PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus berdalih memperkuat pasokan BBM di wilayah Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 kiloliter (kl) pertalite dan 2.500 kl pertamax.

Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU-SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Senin (12/10/2026) menyampaikan, Pertamina terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan serta mengoptimalkan penyaluran setelah kapal sandar.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan pertalite dan pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” tegas Ahad. (yad)