
Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Geliat ekonomi di wilayah sekitar Jember dan Lumajang (Sekarkijang) tumbuh menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan naiknya penyaluran kredit oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Angkanya merangkak naik di posisi 4,28 persen atau tembus hingga Rp 2,17 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year).
Tingginya penyaluran kredit BPR/BPRS ini terhitung hingga Mei 2026. Kredit terbesar disumbang dari sektor perdagangan besar dan eceran. Capaian penyaluran kredit ini membuktikan tingginya kontribusi BPR dan BPRS di wilayah eks Karisidenan Besuki (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang).
“ Sejalan dengan perkembangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong BPR dan BPRS memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan yang produktif, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Kepala OJK Jember Aris Budiman disela Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Kapasitas Pegawai BPR dan BPRS di Yogyakarta, Rabu (15/7/2026).
Penyaluran kredit ke UMKM bukan tanpa alasan. Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, BPR dan BPRS didorong melakukan langkah strategis dalam penyehatan dan keberlangsungan usaha BPR dan BPRS. Seperti, penguatan permodalan, penerapan tata kelola yang baik, pelindungan konsumen, serta penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan.
Ke depan, OJK Jember akan terus mendorong pengembangan industri BPR dan BPRS yang sehat, kuat, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. Hal ini sebagai upaya mewujudkan sektor jasa keuangan yang inklusif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Sekarkijang. (udi)










