Polda Jatim Musnahkan Kokain 22,22 Kg, Hasil Temuan di Perairan Sumenep

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto (no 3 dari kiri) di Surabaya Senin (4/5/2026) siang. (foto/har)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim melakukan pemusnahan barang bukti kokain 22,22 kilogram. Sebelumnya barang tersebut ditemukan di pesisir Pantai Gili Genting Kabupaten Sumenep Madura.

Pemusnahan Kokain tersebut digelar di Halaman Mapolda Jatim dengan mesin incenerator dipimpin Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto dan dihadiri Forkopimda, perwakilan TNI, Kejaksaan, BNN, Bea Cukai serta instansi terkait.

“Kokain hasil temuan di perairan Sumenep seberat 22,22 kilogram tersebut, menjadi perhatian serius, karena jenis ini tergolong mahal dan tidak umum beredar di wilayah Jawa Timur, meski demikian untuk mengantisipasi adanya penyalagunaan Kokain tersebut kita  musnahkan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, di Surabaya Senin (4/5/2026) siang.

Ia menjelaskan, sejak awal 2026, jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim telah mengungkap 2.231 kasus narkoba dengan 2.851 tersangka. Hasil ungkap kasus tersebut, penyidik menyita berbagai jenis barang bukti.

Antara lain sabu seberat 72,77 kilogram, ganja 37,9 kilogram, kokain 22,22 kilogram, ekstasi sebanyak 2.737 butir, serta ratusan ribu butir obat keras. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto juga memaparkan, untuk peta kerawanan narkoba di Jatim.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, di Surabaya Senin (4/5/2026) siang. (foto/har)

Di Kota Surabaya tercatat sebagai zona hitam atau kategori sangat tinggi dengan kontribusi 25,09 persen dari total kasus. Disusul wilayah Malang dan Sidoarjo dalam kategori tinggi, sementara daerah lain berada pada kategori sedang hingga rendah.

Kapolda Jatim mempunyai perhatian serius pada kasus Narkoba, seperti adanya fenomena baru adanya temuan kokain dalam jumlah besar di wilayah pesisir Sumenep yang sebelumnya masuk kategori rendah.

Hal ini mengindikasikan potensi pemanfaatan wilayah pesisir sebagai jalur transit jaringan narkoba internasional. “Temuan ini menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa daerah yang terlihat rendah kasusnya justru bisa dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkoba dari luar negeri,” jelas Irjen Pol Nanang Avianto.

Polda Jatim bersama Mabes Polri saat ini tengah melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap jaringan di balik penemuan kokain di perairan Sumenep Madura, sementara analisa mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan jarinhan Internasional mengingat Kokain umumnya berasal dari kawasan Amerka Selatan, khususnya Kolumbia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto , menambahkan , Narkoba jenis kokain tersebut awalnya ditemukan di perairan Sumenep dengan berat kotor 27,83 kg. Namun, setelah melalui proses pembersihan menjadi 22,226 kg berat bersih dan Hasil uji laboratorium forensik memastikan seluruh sampel positif mengandung kokain

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus waspada, jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat. Ini adalah bentuk sinergi kita bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba, dan Polda Jatim bersama instansi terkait telah berkomitmen unyuk terus memberantas peredaran Narkoba terutama di Jatim,” pungkas Irjen Pol Nanang Avianto. (har)