Didominasi Roda Dua, Baru 29 Persen Pemudik kembali ke Bali

Pemudik dengan roda dua antre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (24/3/2026) lalu. (Foto/Humas Pemkab Banyuwangi)
Pemudik dengan roda dua antre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (24/3/2026) lalu. (Foto/Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Meski mulai padat, jumlah pemudik yang kembali ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ternyata belum maksimal. ASDP mencatat baru 29 persen kendaraan pemudik yang sudah kembali menyeberang ke Bali.

Jumlahnya baru sebanyak 47.945 unit kendaraan. Data ini dihitung mulai musim arus balik, 22-25 Maret 2026. Mayoritas didominasi pengendara roda dua. Selama arus mudik Lebaran, mulai H-10 hingga hari H, ASDP Ketapang mencatat sekitar 165.312 kendaraan menyeberang dari Gilimanuk, Bali ke Jawa. Artinya, masih ada sekitar 71 persen atau 117.367 kendaraan yang belum kembali ke Pulau Dewata.

ASDP Ketapang terus bersiaga menyambut puncak arus balik yang diprediksi terjadi Sabtu (28/3/2026) dan Minggu (29/3/2026). “Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap optimal mengantisipasi arus balik. Pergerakan arus balik yang bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” kata Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, Kamis (26/3/2026).

Saat terjadi ledakan arus balik, ASDP Ketapang menyiapkan skenario pengaturan kendaraan ke pelabuhan secara disiplin. Lalu, dukungan areal parkir penyangga (buffer zone) di sekitar pelabuhan.  “Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” kata General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko.

Arus mudik tahun ini memunculkan tren kenaikan pengendara roda dua. Pada H+3 Lebaran, Jumlahnya tumbuh sekitar 24,1 persen dibandingkan tahun lalu. (udi)