
Gresik, (pawartajatim.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan/KSOP Gresik mendirikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran. Hal ini menindaklanjuti Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 /1447 H.
Kantor KSOP Kelas II Gresik mendirikan posko terpadu monitoring Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Gresik Kamis (12/3). Posko Terpadu ini mengusung tema ‘Mudik Nyaman Bersama, Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan’.
Posko terpadu ini akan berlangsung sampai 30 Maret 2026 mendatang. Pendirian posko ini bertujuan untuk memastikan keselamatan, keamanan, kelancaran dan kenyamanan masyarakat khususnya pengguna jasa transportasi laut dalam melaksanakan perjalanan mudik.
Posko terpadu ini terdiri dari personil gabungan berbagai instansi terkait. Seperti Kantor KSOP Kelas II Gresik, Unsur TNI dan Polri, Pemerintah Daerah, PT Pelabuhan Indonesia Persero, Basarnas, Balai Besar Karantina Kesehatan dan Pemangku Kepentingan lainnya.
Kepala Kantor KSOP Gresik Capt. Herbert E.P. Marpaung menyampaikan bahwa pihaknya telah menginventarisir berbagai situasi dan kondisi yang dapat menimbulkan risiko dalam pelaksanaan Angkutan Laut Lebaran.
Dan telah melakukan berbagai langkah mitigasi antara lain pemeriksaan/ramp check kapal-kapal penumpang, kesiapan terminal penumpang beserta seluruh fasilitasnya. Serta pengendalian embarkasi dan debarkasi penumpang, kesiapan petugas medis dan perlatan pemadam kebakaran, pengendalian lalu lintas kendaraan di pelabuhan.

Tak kalah pentingnya faktor pemantauan CCTV pelabuhan dan pergerakan kapal juga diperhatikan. Juga pelaksanaan patroli keselamatan maritim, antisipasi gangguan keamanan di pelabuhan, monitoring prakiraan cuaca maritim serta berbagai langkah mitigasi lainnya.
“Pada masa penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 ini di Pelabuhan Gresik diperkirakan jumlah penumpang yang akan berangkat dari dan tiba di Pelabuhan Gresik adalah sebanyak 12.284 orang,” jelas Herbert.
Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pria yang sebelumnya menjabat KSOP Benoa Bali ini menambahkan bahwa arus puncak mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026 sedangkan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 25 Maret 2026.
Lebih lanjut Capt. Herbert menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan terkait atas sinergi, kolaborasi, dan partisipasi dalam penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Gresik.
“Keselamatan, keamanan, kelancaran dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa transportasi laut selama melaksanakan perjalanan mudik adalah tanggung jawab kita bersama, dan semoga kita semua diberikan kemampuan dan kesehatan dalam pelaksanaan tugas-tugas kita mengawal Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026,” harap Capt. Herbert. (dra)










