Relawan PNM kembali Turun Salurkan Bantuan Bencana di Sumatera

Relawan PNM kembali turun ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera menyalurkan bantuan. (Foto/ist)
Relawan PNM kembali turun ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera menyalurkan bantuan. (Foto/ist)

Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Dampak banjir dan longsor di Sumatera menggerakkan hati jajaran relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Mereka kembali turun menyalurkan bantuan ke setiap rumah yang terkena bencana. Diantaranya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupatrn Pidie, Kota Langsa hingga Peureulak dan Bireun.

Tak hanya membagikan bantuan, kehadiran para relawan PNM memberikan penguat para korban. Apalagi, beberapa masih minim bantuan. Para relawan menyusuri setiap rumah warga dan titik pengungsian. Kehadiran mereka kali ini menjadi penguat di masa pemulihan, saat sorotan mulai berkurang. Namun kebutuhan warga masih tinggi.

Saat menyalurkan bantuan di posko bencana dan beberapa titik lainnya, para relawan dipertemukan dengan sebagian besar nasabah PNM Mekaar yang juga terdampak bencana ini.

Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Banjir yang datang tiba-tiba merendam tempat tinggal, sekaligus tempat usaha. Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha terhenti.

Relawan PNM menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat. Di lapangan, banyak nasabah mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha akibat keterbatasan modal dan perlengkapan.

Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary mengatakan  PNM memilih kembali hadir karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih. “Sebulan setelah kejadian, kami melihat sendiri bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan diharapkan bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya dalam rilis yang diterima pawartajatim.com, Selasa (30/12/2025).

Dampak bencana di Aceh Tamiang dan daerah lainnya menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak berhenti ketika banjir surut. Bagi masyarakat kecil, dampak bencana bisa terasa panjang. Di tengah proses itu, kehadiran relawan dan perhatian yang berkelanjutan menjadi salah satu penopang agar warga tidak kehilangan harapan untuk dapat melanjutkan hidup. (udi)