
Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Tragedi terbakarnya KMP Portlink VII di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dipastikan tidak akan berdampak pada layanan arus mudik. ASDP Ketapang memastikan layanan penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk tetap normal. Bahkan, dipastikan tidak ada penambahan armada kapal untuk perbantuan selama musim mudik.
KMP Portlink VII yang terbakar juga langsung menjalani perbaikan. Ditargetkan, seminggu ke depan, kapal “sapu jagat” ini bisa Kembali beroperasi di Selat Bali. “ Memang ada kebakaran di KMP Porlintk VII. Namun, hanya satu ruangan yang terdampak. Saat ini langsung perbaikan. Targetnyab isa segera beroperasi lagi setelah melalui pemeriksaan kelaikan dari KSOP,” kata General Manager PT Indoesia Ferry (ASDP) Ketapang, Arief Eko Kurniansjah disela buka bersama media, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, KMP Portlink VII adalah salah satu dari 8 armada jumbo berbobot diatas 2000 GT yang melayani penyeberangan Jawa – Bali. Meski terbakar, kapal milik ASDP ini dipastikan akan segera beroperasi bersama kapal lain untuk melayani arus mudik. “ Kebetulan, kerusakannya hanya satu ruangan. Tidak sampai ke bagian mesin,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, ASDP menyerahkan proses pemeriksaan kepada KSOP Ketapang. Namun, saat kebakaran berhasil dipadamkan dengan singkat. Hanya sekitar 30 menit. Sehingga, kobaran api tak menjalar lebih luas.
ASDP Ketapang memprediksi lonjakan arus mudik terjadi pada 15-17 Maret. Selama itu, seluruh kapal jumbo akan dikerahkan. Salah satunya, KMP Portlink VII. “ Saat ini sudah mulai terasa kenaikan penumpang dan kendaraan sekitar 10-14 persen. Didominasi kendaraan logistik,” tutupnya.
KMP Portlink VII terbakar, Rabu (11/3/2026) malam. Api berkobar di bagian dek kanan belakang. Saat kejadian, kapal sedang memuat penumpang dan kendaraan. Ada 12 unit kendaraan di dalam kapal ketika api mengamuk. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Seluruh kendaraan berhasil dievakuasi dengan cepat. Pun dengan penumpang. (udi)










