
Blitar, (pawartajatim.com) – Terbakarnya hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak yang terletak antara perbatasan Kabupaten Malang -Blitar, Jawa Timur/Jatim ini menjadi perhatian banyak pihak. Petugas gabungan Polri, TNI, BPBD, Perhutani terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian titik api. Agar si-jago merah apinya tidak meluas ke mana-mana.
Langkah taktis itu dilakukan setelah terdeteksi adanya hotspot (titik api) di kawasan hutan lindung BKPH Ampelgading. Khususnya disisi Lereng Selatan Puncak Pitrang, dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko Blitar.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk mengecek dan memantau ke sejumlah titik rawan” kata Kapolres Blitar, AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K, M.H kepada sejumlah awak media di Blitar Jum’at (18/9).
Pemantauan difokuskan pada titik koordinat yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) medium. Hasilnya, petugas menemukan adanya asap dan titik api di kawasan Petak 38 RPH Puncak Langit.

Selanjutnya petugas gabungan melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, kondisi medan yang sulit dan lokasi titik api yang berada di kawasan hutan menjadi kendala tersendiri bagi petugas.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Blitar berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim guna meminta dukungan pemadaman melalui udara menggunakan Helikopter Water Bombing PK-DAP/AS350B3e.

Hal itu sebagai langkah antisipasi dan penanganan berkelanjutan. Tim gabungan tengah mendirikan Posko Darurat Karhutla di kawasan tersebut. Pihak Kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian di sekitar kawasan hutan. Sementara itu, hutan di kawasan Wisata Sirah Kencong Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi yang sebelumnya sempat terbakar, kini berhasil dipadamkan. (khoi)










