Sensitif Silaturahim Menjelang Lebaran Idul Fitri

Oleh: Dr Aqua Dwipayana (Motivator Nasional)

Bulan suci Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah. Memperbanyak kegiatan positif termasuk silaturahim dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Saat bulan Ramadan, terutama menjelang lebaran Idul Fitri, banyak orang yang ingin mengoptimalkan silaturahimnya.

Ketemu sanak saudara dan para relasi. Membayangkan betapa asyik membicarakan berbagai hal yang menyenangkan. Sebagian di antara mereka mengurungkan niatnya bersilaturahim. Keinginan yang semula menggebu-gebu, ciut karena muncul berbagai kekhawatiran dalam dirinya.

Belum melakukan silaturahim, mereka sudah membayangkan bahwa orang yang akan didatangi merasa repot. Ada (mungkin) yang berpikiran tamunya mengharapkan mendapatkan sesuatu termasuk uang. Apalagi situasinya menjelang lebaran.

Beragam pikiran negatif yang merupakan persepsi, muncul dalam dirinya. Tidak jarang mengkaitkannya dengan karakter orang yang akan ditemui. Semua pemikiran itu membuat niat yang semula menggebu-gebu untuk silaturahim, menjadi ciut.

Membatalkan rencana mulia tersebut karena khawatir yang ada dalam pikirannya terwujud. Akhirnya bulan suci Ramadan berlalu. Silaturahim tidak jadi dilaksanakan. Kesempatan emas terlewatkan.

Menjaga Niat Silaturahim

Menjelang lebaran Idul Fitri memang sensitif untuk melaksanakan silaturahim. Banyak orang terutama yang beragama Islam fokus mempersiapkan diri. Menyambut hari kemenangan. Meski begitu, hal tersebut jangan menyurutkan niat yang menggebu-gebu untuk silaturahim.

Langsung melaksanakannya. Paling penting adalah niat silaturahim. Bukan ingin mendapatkan sesuatu dari mereka yang didatangi. Sebaliknya, ketika ketemu ada hal yang diberikan. Kalau pun tidak ada, sama sekali tidak masalah.

Lebih baik posisi di atas daripada di bawah. Ketika silaturahim kalau niatnya ingin mendapatkan sesuatu, akan kecewa saat tidak memperolehnya. Bahkan, bisa menimbulkan dosa karena mengumpat meski dalam hati.

Saat silaturahim selalulah menjaga niat. Konsisten melakukannya dan sedikit pun jangan goyah. Apapun alasannya. Ketika ada yang mau memberi sesuatu utamanya materi, tolaklah dengan halus, tidak demonstratif, agar tidak menyinggung perasaannya.

Sampaikan dengan baik, santun, dan beretika bahwa niatnya silaturahim. Hanya itu, bukan yang lain. Katakan bisa ketemu saja sudah senang sekali dan sangat bersyukur, apalagi pada bulan suci Ramadan. Menjelang lebaran Idul Fitri memang sensitif melaksanakan silaturahim.

Semuanya bisa teratasi dengan baik asal konsisten menjaga niat, berpikiran positif, dan jangan berpersepsi. (*)