Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Rencana pembukaan kapal premium di lintasan Ketapang – Gilimanuk masih berlanjut. Namun, kepastiannya masih abu-abu.
Layanan penyeberangan dengan kapal eksekutif ini masih dalam tahap uji kelayakan. Jenis armadanya juga sedang disiapkan. ” Rencana kapal premium di jalur Ketapang – Gilimanuk masih jalan terus. Tahapannya masih uji kelayakan, survei pasar dan menyiapkan jenis kapalnya,” kata Secretary Corporate PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale dalam media gathering, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, layanan kapal premium memang menjadi salah satu pengembangan Pelabuhan Ketapang. Namun, realisasinya membutuhkan proses yang panjang. Apalagi memerhatikan sejumlah aspek sosial di kedua sisi pelabuhan. ” Jadi, semuanya masih berproses. Termasuk kita siapkan juga kelayakan dermaga,” tegas Windy.
Wacana layanan kapal premium ini muncul sejak tahun 2019. Namun, akibat pandemi program ini belum ada kejelasan. Sesuai rencana, Pelabuhan Ketapang akan dilengkapi fasilitas super mewah. Salah satunya, mall dan fasilitas lainnya.
Layanan kapal premium ini sengaja dipilih di jalur Ketapang – Gilimanuk. Alasannya, rute penyeberangan ini menjadi pintu masuk ke Bali yang juga kawasan wisata internasional. Alasan lainnya, lintasan ini menjadi yang terpadat nasional setelah Merak – Bakaheuni. Lalu, menjadi akses pengiriman logistik ke Indonesia timur. Tak kalah penting, Pelabuhan Ketapang menjadi prioritas keamanan. Sebab, berdekatan dengan Bali.
Wacananya, kapal premium ini akan menggunakan tarif khusus, lebih mahal dibandingkan kapal reguler. Kapal eksekutif ini membidik pasar papan atas yang membutuhkan layanan lebih dalam penyeberangan di Selat Bali. (udi)











