‘Polisi Jogo Sekolah’, Perkuat Perlindungan Anak Menuju Indonesia Emas 2045′

Saat Apel Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026). (foto/har)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Cegah perundungan, aksi tawuran serta peredaran narkoba di kalangan pelajar, Polda Jawa Timur/Jatim meluncurkan program ‘Polisi Jogo Sekolah’. Selain itu, berbagai peggaruh negatif mengarah ke tindak kriminal juga menjadi atensi bagi aparat hukum karena mengancam masa depan anak bangsa.

Program jogo sekolah yang dilakukan Polda Jatim, merupakan upaya pencegahan di lingkungan sekolah terhadap perbuatan melanggar hukum. Program ini mengedepankan pendekatan premitif, persuasif dan humanis dengan menempatkan personel kepolisian sebagai mitra dan pendamping dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Komitmen tersebut ditandai melalui Apel Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026).

Program Polisi Jogo Sekolah sekaligus menjadi bagian dari penguatan semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ melalui kolaborasi kepolisian, pihak sekolah, orang tua, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, menegaskan, pelajar merupakan elemen krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, aspek perlindungan terhadap mereka wajib menjadi tanggung jawab bersama.

“Generasi muda ini yang akan mengisi momentum Indonesia Emas 2045. Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh negatif lainnya,” kata Irjen Pol Dekananto.

Selain itu, terjadinya aksi perundungan juga menjadi perhatian Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto. Menurut dia fenomena perundungan yang terkadang dianggap sekadar gurauan, padahal dapat memberikan dampak serius bagi korban dan dalam kondisi tertentu berpotensi masuk ke ranah hukum.

Foto bersama usai Apel Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026). (foto/har)

Ia menambahkan, melalui Polisi Jogo Sekolah, personel akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelajar mengenai batasan dalam pergaulan, pentingnya saling menghormati, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar aturan.

Tentunya personel dalam pelaksanaannya nanti harus mengkedepankan pendekatan persuasif dan humanis, layaknya memperlakukan anak sendiri serta tetap berkoordinasi dengan pihak selolah, orang tua.

“Kami ingin polisi menjadi orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa kepolisian hadir untuk melindungi,” tegas Irjen Dekananto.

Kapolda Jatim menekankan bahwa Polisi Jogo Sekolah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pelaksanaan program akan dievaluasi secara berkala berdasarkan efektivitas dan manfaat nyata yang dirasakan oleh pelajar, sekolah, maupun masyarakat.

Program tersebut juga direncanakan diterapkan secara serentak oleh seluruh Polres jajaran Polda Jatim. Untuk mengoptimalkan pelaksanaannya, Polisi Jogo Sekolah akan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai unsur terkait, antara lain guru Bimbingan Konseling (BK), kepala sekolah, wali kelas, orang tua, serta dinas pendidikan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut penting mengingat perkembangan dan perilaku remaja tidak hanya dipengaruhi lingkungan sekolah, tetapi juga keluarga, pergaulan, serta lingkungan sosial.

“Anak-anak kita memiliki masa depan panjang. Jangan sampai karena kurang pemahaman, mereka terjerumus persoalan hukum. Ini yang kita cegah sejak dini,” pungkas Irjen Pol Dekananto. (har)