Penyakit Stroke Bukan Hanya Dialami Usia Lanjut, Tapi juga Kelompok Produktif

Suasana 'Sosialisasi Layanan Saraf sebagai Layanan Unggulan RS Kemenkes Surabaya' di Jalan Indrapura 17 Surabaya Senin (7/9/2026). (foto/har)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Penyakit stroke selama ini sering diderita kelompok lanjut usia. Namun, stigma ini kini bisa dialami kelompok usia produktif. Bahkan, pada usia 30-an ditemukan mengalami stroke. Kondisi tersebut akibat penyumbatan maupun pendarahan pada pembuluh darah otak.

Dokter Spesialis Saraf bagian Intervensi Kateterisasi Stroke RS Kemenkes Surabaya, dr Locoparta Agung, membenarkan, seperti disampaikan pada ‘Sosialisasi Layanan Saraf sebagai Layanan Unggulan RS Kemenkes Surabaya di Jalan Indrapura 17 Surabaya Senin (7/9/2026).

‘’Pergeseran tren pasti jelas. Karena disini pasien usia 30 tahun sudah terkena stroke. Baik stroke akibat sumbatan, stroke perdarahan. Trennya jelas,” kata dr Locoparta. Sementara itu, Direktur Utama/Dirut RS Kemenkes Surabaya, dr Martha Muliana Lumogom Siahaan, S.H., MARS, M.H.Kes, menjelaskan, memang peningkatan pasien stroke juga terlihat pada kelompok usia produktif.

Gedung Kemenkes RS Surabaya. (foto/har)

Namun, ada persoalan lain yang perlu menjadi perhatian. Yaitu, masih ditemukannya pasien yang datang dalam kondisi akut karena tidak menjalani deteksi sejak dini. “Kami mencatat adanya peningkatan signifikan pasien stroke yang dirawat di RS Kemenkes Surabaya,’’ tegas dr Martha Muliana Lumogom Siahaan, S.H., MARS, M.H.Kes.

Yang paling mengkhawatirkan, kata dia, rata-rata mereka adalah berusia produktif. Ironisnya, sebagian besar sudah datang dalam kondisi akut dan sulit tertolong karena tidak ada deteksi dini. ‘’Padahal, semakin cepat ditangani, peluang kesembuhan dan pemulihan jauh lebih besar,” tambahnya.

Ia menyatakan, masyarakat masih kerap salah mengenali gejala awal stroke dan menganggapnya sebagai keluhan biasa. Padahal, pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis ketika gejala stroke muncul.

“Kalau tiba-tiba mengalami gejala seperti itu, jangan bilang angin duduk. Itu tanda-tanda stroke yang harus segera kita atasi. Kurang dari empat jam sudah harus sampai di rumah sakit,” tegas dr.Martha. (har)