Nikmatnya Es Krim Goreng di Hotel Alana Surabaya

Executive Chef Hotel Alana, Chef Susanto sedang menunjukkan Es krim goreng. (foto/ist)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ramadhan selalu menjadi momen istimewa untuk berbagi, berkumpul, dan menikmati kebersamaan. Tahun ini, The Alana Hotel Surabaya menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berbeda melalui konsep Iftar Parade. Sebuah paket Ramadhan eksklusif yang tidak hanya menawarkan hidangan, tetapi juga rangkaian pengalaman kuliner yang berkesan.

Mengusung filosofi parade, program Iftar Parade dirancang layaknya sebuah pertunjukan rasa. Tamu tak sekadar menikmati satu jenis menu, melainkan diajak mengikuti perjalanan hidangan yang hadir bergantian dan beragam.

Setiap stall memiliki karakter tersendiri. Mulai dari sajian nusantara, Middle Eastern, Western food, hingga menu khas The Alana yang dikurasi khusus untuk Ramadhan. Pihaknya menamakan konsep ini Iftar Parade karena kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa layaknya sebuah pertunjukan rasa.

”Setiap hidangan memiliki perannya masing-masing, sehingga tamu merasa seperti mengikuti parade kuliner,” kata Restaurant and Banquet Manager, Dimas Fitanata Baehaqi, di Surabaya Sabtu (21/2).

Es Krim Goreng, Menu Nostalgia dengan Sentuhan Baru

Salah satu menu yang paling mencuri perhatian dalam Iftar Parade tahun ini adalah es krim goreng, yang dihadirkan sebagai sajian utama dessert. Menu ini bukanlah hal baru di dunia kuliner. Namun, jarang ditemukan dalam sajian berbuka puasa hotel berbintang dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami mencoba menghadirkan kembali es krim goreng dengan tampilan dan cita rasa yang lebih menarik bagi tamu hotel untuk berbuka puasa,” tambah Executive Chef The Alana Hotel Surabaya, Chef Susanto.

Di tengah dominasi dessert bercita rasa Timur Tengah dan sajian manis khas Ramadhan, kehadiran es krim goreng menjadi strategi The Alana untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Perpaduan tekstur dan suhu menjadi daya tarik utama: bagian luar yang renyah dan hangat setelah digoreng, berpadu dengan bagian dalam yang tetap lembut dan dingin. Proses pembuatannya pun dilakukan dengan teknik khusus. Es krim dibentuk bulat, dilapisi roti tawar yang dipipihkan hingga menutup seluruh permukaan, lalu dibekukan kembali.

Setelah itu, es krim dilapisi tepung dan adonan sebelum digoreng dengan waktu singkat agar bagian luar renyah tanpa menghilangkan sensasi dingin di dalamnya. Dari sisi suasana, The Alana Surabaya membangun ambience Ramadhan secara menyeluruh.

Mulai dari tata ruang yang hangat, alur tamu yang nyaman, hingga live music. Setiap hari yang menemani momen berbuka puasa. “Eksklusif di sini bukan berarti mahal, tetapi karena tidak semua tempat menghadirkan konsep dan pengalaman seperti ini. Dengan harga yang tetap terjangkau, tamu mendapatkan pengalaman berbuka puasa yang lengkap dan bermakna,” ujar Dimas.

Sebagai nilai tambah, tamu juga berkesempatan memenangkan satu tiket umroh, menjadikan Iftar Parade bukan hanya tentang kuliner, tetapi juga tentang makna dan kebersamaan di bulan suci. Dengan konsep yang hangat dan inklusif, Iftar Parade dirancang untuk berbagai momen.

Mulai dari buka puasa keluarga, gathering kantor, reuni, hingga kebersamaan komunitas. “Karena yang kami hadirkan bukan hanya makanan, tetapi rangkaian pengalaman Ramadan yang hangat, berkesan, dan penuh nilai,” tutup Dimas. (nanang)