Oleh: Dr Aqua Dwipayanan (Motivator Nasional)
Hampir setiap hari saya menulis. Topiknya beragam terutama yang terkait dengan kehidupan dan perilaku manusia. Saya melakukannya dengan niat sepenuhnya ibadah, karena Tuhan, bukan yang lain.
Niat tersebut sangat berpengaruh pada proses menulis dan menyelesaikannya. Biasanya lebih lancar dan cepat menuntaskannya. Kenapa bisa demikian? Karena saya menulis tidak punya target apa-apa terutama duniawi.
Hanya menyalurkan hobi, menarasikan yang ada dalam pikiran saya, dan membagikannya ke banyak orang. Ada kepuasan batin yang tiada tara saat yang membaca tulisan saya, tergerak melakukannya. Apalagi kalau konsisten melaksananya.
Ketika mulai menulis, saya merasa seperti ada yang menggerakan. Semua yang muncul dalam pikiran saya, mengalir secara sistematis. Saya tinggal menuliskannya saja. Kondisi itu memudahkan saya dalam menulis. Alur tulisannya telah ada di pikiran saya. Tinggal menuliskannya saja.
Dengan kondisi seperti itu, untuk menyelesaikam satu tulisan rata-rata durasinya antara 15 menit sampai 30 menit. Singkat sekali.
Solusinya Cepat Sekali
Saat sedang menulis, saya terkadang menemukan kosa kata yang ejaan atau penulisannya meragukan saya. Langsung saya tanyakan ke ahlinya yakni Mbak Google. Solusinya cepat sekali. Pengalaman selama enam tahun (1988-1994) jadi wartawan di berbagai media besar, membuat saya lebih hati-hati dalam menulis.
Jika saya tidak yakin dengan kata yang akan ditulis, saya tidak memaksakan diri. Langsung bertanya pada ahlinya. Selama ini banyak orang yang mengapresiasi tulisan saya. Merasakan manfaatnya tidak hanya buat dirinya tetapi juga orang lain.
Mereka umumnya termasuk yang memiliki media online, mengontak saya. Minta izin untuk memuat di medianya dan membagikan kepada banyak orang. Saya mempersilakannya. Begitu tulisan yang saya buat dibagikan ke banyak orang, berarti sudah milik publik.
Siapa saja boleh membagi-bagikannya asal tidak mengurangi isi tulisan itu sehingga tidak mengubah maknanya. Teman-teman menghargai saya sebagai penulisnya. Juga paham etika jika akan membagikan tulisan ke orang lain. Sehingga mereka minta izin.
Melakukan yang Terbaik
Semakin banyak yang membaca tulisan saya, bertambah baik. Mereka jadi tahu alur pikiran dan pemikiran saya. Lebih baik lagi kalau ada yang tersentuh hatinya untuk melaksanakan pesan-pesan yang saya sampaikan dalam tulisan itu.
Mengajak pembaca berbuat baik dan melakukan yang terbaik. Dengan begitu tulisan saya bermanfaat untuk banyak orang. Hal itu membuat saya lebih bersemangat lagi untuk terus menulis.
Ada yang bertanya sampai kapan saya menulis? InsyaAllah saya terus menulis selagi masih mampu dan ada ide-ide membuat tulisan. Saya akan berhenti menulis kalau Tuhan menghentikannya.
Dalam arti saya sudah tidak mampu melakukannya. Kalau sampai terjadi, saya yakin bahwa itu adalah kehendak Sang Pencipta. Saya harus bisa menerimanya. Semoga ke depan semakin banyak orang yang menulis dengan niat ibadah. Sepenuhnya karena Tuhan. Aamiin ya robbal aalamiin. (*)











