Kredit Perbankan di Banyuwangi Melambat, Begini Penjelasan OJK Jember

Kepala Kantor OJK Jember, Mohammad Mufid. (Foto/dok)
Kepala Kantor OJK Jember, Mohammad Mufid. (Foto/dok)

Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Penyaluran kredit perbankan di Kabupaten Banyuwangi belum menggembirakan, cenderung melambat. Buktinya, tahun 2025, angka penyaluran kredit jauh di bawah angka nasional. Kondisi ini membuat Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember merapatkan barisan.

Tak hanya Banyuwangi, empat kabupaten lain di bawah OJK Jember (Jember, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang) mengalami hal serupa. Secara nasional, penyaluran kredit perbankan di tahun 2025 mencapai 9,6 persen. “ Ini yang menjadi perhatian serius kami. Kenapa penyaluran kredit di wilayah sekitar Jember dan Lumajang (sekar kijang) masih jauh di bawah nasional,” kata Kepala Kantor OJK Jember, Mohammad Mufid disela gesah bareng bersama media di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (3/3/2026) malam.

Data ini menjadikan OJK memberikan perhatian khusus kepada sektor jasa keuangan, khususnya perbankan. “ Kondisi ini akan akan kami bahas secara mendalam dengan pelaku jasa keuangan. Bisa jadi, ada pengaruh dari kebijakan masing-masng perbankan,” jelasnya.

OJK tak menampik penurunan penyaluran kredit perbankan ini kemungkinan dipicu maraknya pinjaman daring atau pinjol. Atau, akses keuangan lainnya. Saat ini, OJK mencatat perkembangan jasa keuangan non bank yang beragam. Misalnya, jasa ventura hingga pegadaian. Sehingga, sumber penyaluran kredit tidak hanya dari perbankan.

“ Ini memang kabar baik. Masyarakat bisa mendapatkan sumber kredit yang beragam, tidak hanya ke bank umum,” jelasnya lagi.

Pihaknya juga memahami jika perbankan kemungkinan lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Hal ini berkaitan dengan antisipasi resiko. Sebab, perbankan akan melihat nasabah yang memenuhi syarat atau tidak dalam memberikan dukungan keuangan. Dari data OJK, penyaluran kredit yang terbesar dari sektor KUR. (udi)