Kodim 1613/Sumba Barat Bantu Polisi Pasca-Polres Sumba Barat Diserang Massa

AMANKAN SITUASI - Personel Kodim 1613/Sumba Barat, NTT, saat membantu polisi mengamankan situasi atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang. (foto/ist)

Sumba Barat, (pawartajatim.com) – Personel Kodim 1613/Sumba Barat, NTT, bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi bergerak cepat membantu Polres Sumba Barat. Hal itu dilakukan untuk mengamankan dan menenangkan warga menyusul aksi penyerangan dan perusakan di Mapolres Sumba Barat di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa (15/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat ke Dandim 1613/Sumba Barat. Langkah ini merupakan bentuk sinergi TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah situasi berkembang semakin luas.

Puluhan personel TNI dikerahkan untuk membantu polisi memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat. Anggota TNI juga melakukan pendekatan persuasif ke warga guna meredakan ketegangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah persuasif, terukur dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas. Upaya tersebut dilakukan agar situasi dapat dikendalikan dan penyelesaian permasalahan dapat ditempuh melalui komunikasi serta mekanisme hukum yang berlaku.

Menurut keterangan pers Pendam IX/Udayana yang diperoleh wartawan pada Rabu (16/9/2026) bahwa kejadiannya bermula saat seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Jowa Tana, NTT, berinisial Mar, meninggal dunia setelah ditindak polisi dalam kasus dugaan pencurian sapi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Pendam, penindakan dilakukan pada Selasa (15/9/2026) pagi ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah Mar. Saat polisi masuk rumah, yang bersangkutan disebut-sebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan polisi. Setelah itu, Mar melarikan diri ke belakang rumahnya.

AMANKAN SITUASI – Personel Kodim 1613/Sumba Barat, NTT, saat membantu polisi mengamankan situasi atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang. (foto/ist)

Polisi kemudian melakukan pengejaran dan melepas tembakan peringatan tiga kali ke udara. Lantaran yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, polisi selanjutnya melakukan tindakan melumpuhkan dengan melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke bagian kaki Mar.

Akibat pergerakan Mar yang berlari hingga terjatuh, tembakan malah mengenai bagian bahu kanannya. Mar kemudian dibawa ke petugas medis, namun dia dinyatakan meninggal dunia.

Pada Selasa sore, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas mapolres dan massa menuntut pertanggungjawaban atas tindakan polisi.

Berbagai upaya pendekatan dilakukan oleh kepala desa, tokoh masyarakat dan polisi, untuk menenangkan massa. Namun, setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga korban belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas hingga terjadilah penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat.

Menyikapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat. Personel TNI juga melakukan komunikasi dan pendekatan dengan masyarakat agar membantu meredakan ketegangan serta menjaga situasi agar tetap terkendali.

Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, terus melaksanakan pengamanan dan pemantauan mengenai perkembangan situasi, khususnya di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.

Di sisi lain, jenazah Mar dikawal oleh personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.

Pengawalan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf.Amrizal Nasution dalam keterangan persnya menegaskan bahwa keterlibatan personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi merupakan bentuk nyata sinergi TNI-Polri dalam membantu menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” tegasnya.

Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahannya terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat supaya mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga. (yad)