Kisah Semangat Anak Nasabah PNM Mekaar : Orang Tua Berjuang di Sawah, Anaknya Berjuang di Sekolah

Melalui PNM Peduli, PNM Mekaar hadir memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak di wilayah 3T Indonesia. (Foto/dok PNM).
Melalui PNM Peduli, PNM Mekaar hadir memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak di wilayah 3T Indonesia. (Foto/dok PNM).

Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Kiprah PNM memberikan layanan di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) banyak melahirkan kisah inspiratif. Salah satunya di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Di tempat ini, PNM tak hanya memberikan layanan akses keuangan. Namun, fasilitas pendidikan. Di wilayah yang masih terbatas, sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang harapan.

Bagi anak-anak Wae Moto, pendidikan menjadi jalan memutus mata rantai , sekaligus membuka masa depan lebih luas. Sayangnya,  selama ini kondisi sarana belajar belum memadai, membutuhkan perhatian. Mulai dari infrastruktur sekolah hingga fasilitas sanitasi dan kebersihan.

Kondisi ini memantik perhatian PNM. Lembaga pemberdayaan ekonomi perempuan di bawah Danantara ini menggelar program PNM Peduli. Bertepatan Hari Anak Nasional 2026. PNM hadir melakukan revitalisasi SD Inpres Wae Moto. Hasilnya, bangunan SD menjadi lebih baik.

Fasilitas sekolah yang berubah membuat anak-anak setempat gembira. Harapannya menatap masa depan semakin kuat. “Saya tetap semangat sekolah, karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka,” tutur Mariva Yankezia (10), salah satu siswa dalam rilis yang diterima pawartajatim.com, Rabu (22/7/2026).

Melalui PNM Peduli, harapannya masa depan anak-anak bisa terwujud. Apalagi, setelah direnovasi fasilitas sekolah menjadi lebih baik.

Bagi PNM, melalui pemberdayaan kaum perempuan akan berdampak pada aak-anak mereka. ”Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan. Tak kalah penting pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga terutama anaknya,” kata Dirut PNM, Kindaris.

Pihaknya berharap 15 tahun lagi, anak-anak yang sukses menggapai mimpi akan teringat dengan PNM yang menguatkan mimpi-mimpi mereka. Pemberdayaan yang diberikan PNM tidak berhenti pada usaha seorang ibu. Namun, terus mengalir kepada masa depan anak-anaknya. Di SD Inpres Wae Moto, 14 dari 64 siswa merupakan anak nasabah PNM Mekaar. (udi)