
Surabaya, (pawartajatim.com) – jumlah investor Reksa Dana terus menunjukkan tren peningkatan. Dimana berdasarkan data SID dari KSEI hingga akhir 2025 sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh sebesar 3,23 persen dari 18,6 juta SID di akhir tahun 2024.
Yang menarik dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia dibawah 30 tahun, yang mencapai 54,24 persen dari total investor. ‘’Hal ini menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang paham berinvestasi dan sudah memulainya sejak usia muda,’’ kata Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) Lolita Lilana, ketika berbicara di Road to Pekan Reksa Dana 2026 di Surabaya Selasa (7/4).
Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, APRDI yang mewadahi enam asosiasi yang terkait di industri Reksa Dana dan pelaku pengelolaan investasi di Indonesia, bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terus berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi Reksa Dana kepada masyarakat.
Menurut dia, pada 2026, sinergi antara Asosiasi, OJK dan SRO untuk mendorong literasi serta inklusi Reksa Dana kepada masyarakat di Indonesia ini diwujudkan melalui peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 dibeberapa kota diIndonesia.
Dalam kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini, APRDI dengan didukung oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan roadshow di lima kota di Indonesia yang dimulai dari kota Surabaya (Surabaya 7 April, Semarang 9 April, Medan 14 April, Makassar 16 April, Bandung 20 April).
Kegiatan SOSEDU APRDI 2026 di Surabaya dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur dan di beberapa perguruan tinggi di Surabaya yang telah menjalin kerjasama dengan Galeri Investasi BEI.
Yaitu: Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA).
Sebagai acara puncak kegiatan SOSEDU ini, pada tanggal 27 April 2026 akan diadakan seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Lolita Lilana menjelaskan, inisiatif yang diperkuat melalui kampanye #ReksaDanaAja merupakan bagian dari langkah nyata para pelaku diindustri untuk mendorong literasi dan inklusi Reksa Dana yang lebih luas di Indonesia.
Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini akan menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa dilima kota di Indonesia. Kami juga menyelenggarakan lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa.
Melalui pendekatan ini, APRDI ingin mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan kreatif dalam meningkatkan pemahaman investasi Reksa Dana diIndonesia dan masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui Reksa Dana.”
Lolita menambahkan bahwa Lomba penulisan artikel bagi wartawan dan lomba pembuatan Reels Instagram Reels bagi mahasiswa harus ditayangkan pada periode Pekan Reksa Dana 2026, yaitu tanggal 25 April 2026 hingga 1 Mei 2026.
APRDI telah menyiapkan hadiah menarik hingga total Rp 55 juta bagi para pemenang lomba yang akan diumumkan pada 17 Juni 2026. Sementara itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur/Jatim, Yunita Linda Sari, menyatakan industri Reksa Dana di Jatim juga menunjukan pertumbuhan yang siginifikan.

Tercatat total transaksi Reksa Dana mencapai sekitar Rp 4,96 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 54,60 persen (YoY) serta pertumbuhan investor Reksa Dana retail mencapai sekitar 141.861 SID, tumbuh 13,52 persen (YoY).
Karena itu, kata dia, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik produk Reksa Dana, termasuk kesesuaian dengan profil risiko dan tujuan investasi.
Sedangkan Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, M. Maulana, menyampaikan, sebagai upaya yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat diperkenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas.
Program tersebut akan di-launching pada tanggal 27 April 2026. Untuk mendorong industri Reksa Dana dan pengelolaan investasi kedepannya, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri Reksa Dana dan Pasar Modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK.
Seperti diketahui, dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06 persen menjadi sebesar Rp 679,24 triliun jika dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp 502,92 triliun.
Sedangkan secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19 persen dari Rp 804,87 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp 1.007,65 triliun pada akhir 2025. Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi setelah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang stagnan.
Pertumbuhan AUM Reksa Dana yang paling tinggi di tahun 2025 adalah jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap dilanjutkan dengan jenis Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Teproteksi dan Reksa Dana Saham.
Sedangkan jenis Reksa Dana yang mengalami penurunan adalah Reksa Dana Indeks. Hal ini menunjukkan profil investor Indonesia yang cenderung masih konservatif – moderat dalam berinvestasi.
Adapun kinerja Reksa Dana tertinggi berdasarkan indeks Reksa Dana dari data Pasardana.id pada akhir tahun 2025 adalah Reksa Dana Saham sebesar 17,23 persen, Reksa Dana Campuran 12,48 persen, lalu Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96 persen, dan Reksa Dana Pasar Uang sebesar 3,18 persen.
Pencapaian kinerja Reksa Dana Saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan IHSG di tahun 2025 sebesar 22,13 persen. (bw)










