
Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Arus pemudik dari Jawa ke Bali masih mengular di sisi Pelabuhan Gilimanuk. Menjelang penutupan penyeberangan saat Nyepi, antrean masih tembus hingga 9 kilometer, Rabu (18/3/2026).
ASDP terus menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) bagi kapal yang datang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. “ Sampai siang ini masih 9 kilometer, masih bisa naik turun. Kita akan pantau terus,” kata General Manager PT ASDP Ketapang – Gilimanuk Arief Eko Kurniansjah.
Menurutnya, Pelabuhan Ketapang akan ditutup selama Nyepi mulai pukul 17.00 WIB. Sedangkan Pelabuhan Gilimanuk baru ditutup pukul 06.00 WIB, Kamis (19/3/2026). “ Kita maksimalkan terus 40 kapal yang beroperasi dengan skenario TBB,” tegasnya.
Dari 40 kapal itu, 22 diantaranya menggunakan skema TBB. Bahkan, ASDP mengerahkan dermaga Bulusan untuk menambah layanan angkut dari Gilimanuk. Sebuah kapal jumbo dari Pelabuhan Lembar, Lombok juga ikut dikerahkan mengurai antrean di Gilimanuk.
“ Jadi, kita upayakan semaksimal mungkin. Antrean 9 KM bisa nambah. Tapi, kita maintain, skema TBB dengan tertib,” jelasnya.
Hingga Kamis siang, jumlah pemudik yang datang dari Bali ke Jawa sudah mencapai 250.000 lebih. Puncaknya mulai terasa sejak Senin (16/3/2026) lalu. Lonjakan pemudik ini diperkirakan naik sekitar 3-5 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto melakukan pemantauan Pelabuhan Ketapang, Kamis siang. Jenderal bintang dua ini menilai arus kendaraan yang menuju Banyuwangi relatif lancar. “ Kalau yang dari Bali, kami lihat armada kapal mencukupi. Harapannya sebelum penutupan saat Nyepi, sudah bisa terurai yang datang dari Bali,” tegasnya. (udi)










