Surabaya, (pawartajatim.com) – Mengembangkan semangat berbagi dan kebersamaan Hari Raya Idul Adha, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya turut memeriahkan momen penuh makna ini dengan menyembelih satu ekor sapi kurban. Momen ini bukan sekadar tradisi tahunan.
Melainkan momentum untuk mempererat kepedulian sosial dan menghadirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama. General Manager/GM Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Erly Rizka, menyampaikan, semangat utama dari kegiatan ini adalah menghadirkan rasa kebersamaan.
Sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan industri hospitality, ada nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga. Idul Adha selalu mengajarkan kita tentang ketulusan, pengorbanan dan arti berbagi.
‘’Kami percaya bahwa kebahagiaan tidak hanya hadir untuk tamu yang datang ke hotel, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kami yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kota ini,” kata Erly Rizka, di Surabaya Kamis 28/5).
Prosesi penyembelihan dilakukan di area hotel dengan melibatkan tim internal. Kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan para pekerja sektor informal. Seperti tukang becak, driver ojek online, petugas kebersihan, hingga warga yang membutuhkan.
Momen penuh haru juga dirasakan oleh para penerima manfaat. Salah satunya Sutrisno (58), seorang tukang becak yang sehari-hari mangkal di sekitar Surabaya Barat. Ia mengaku bersyukur mendapatkan daging kurban di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.
“Alhamdulillah senang sekali. Kadang kalau Idul Adha belum tentu bisa beli daging untuk keluarga di rumah. Dapat seperti ini rasanya sangat terbantu. Semoga hotelnya tambah sukses dan berkah,” tuturnya dengan mata berbinar.
Tak sekadar berbagi daging kurban, pada moment Idul Adha, Hotel Java Paragon juga membagikan resep mengolah daging kurban utamanya kambing tanpa bau prengus. Resep khas Timur Tengah yaitu Laham Mashwi & Nasi Kabsah, terinspirasi dari cita rasa Arab–Tunisia.
Berbeda dari olahan kambing pada umumnya, menu ini menyajikan perpaduan antara daging kambing panggang (Laham Mashwi) dengan teknik slow roast selama berjam-jam. Serta Nasi Kabsah berbumbu rempah khas Timur Tengah yang kaya aroma namun tetap ringan di lidah masyarakat Indonesia.
Sou Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Sugiarto, mengungkapkan, kunci utama menghilangkan bau prengus kambing bukanlah mencuci daging terlalu lama, melainkan pada pemilihan bagian daging, proses marinasi, serta teknik slow roasting yang tepat. (nanang)










