Dr Aqua Dwipayana Insan Pembelajar Sejati

Oleh: Muhammad Zen (Wartawan Senior di Malang, Jawa Timur)

Menyimak tulisan Dr Aqua Dwipayana berjudul ‘Dua Minggu Fokus Silaturahim dan Menambah Pengetahuan, sementara Berhenti Menulis’, saya tergelitik untuk menanggapi. Menarik membaca perjalanan silaturahimnya yang konsisten melaksanakannya selama puluhan tahun.

Dalam artikel tersebut diceritakan, Dr Aqua Dwipayana selama dua minggu terakhir, aktif silaturahim ke ratusan orang. Mereka tinggal di Jawa Barat/Jabar, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, dan Jawa Timur/Jatim.

Hal ini berarti bahwa motivator kondang ini hanya dalam kurun waktu dua Minggu, telah menjelajah tujuh provinsi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Bersilaturahim dan memotivasi ratusan orang. Sebuah rekor pencapaian yang menurut saya luar biasa.

Mengapa Dr Aqua Dwipayana yang alumni S3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini begitu mudah bertemu dan berdiskusi akrab dengan sekian banyak tokoh penting? Mengapa sekian banyak Lembaga dan Instansi mengantri ingin mendapat suntikan motivasi dari Dr Aqua Dwipayana? Jika dikaji secara mendalam, ada beberapa faktor yang mendasarinya.

Silaturahim Tanpa Pamrih

Faktor tersebut di antaranya karena kuatnya jalinan silaturahim Dr Aqua Dwipayana. Sudah belasan tahun pria rendah hati ini mengembangkan jalinan silaturahim dengan ribuan figur di tanah air dan mancanegara.

Silaturahim tersebut dijalin mulai dari Jenderal di TNI dan Polri hingga pemulung. Mulai Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota hingga petugas kebersihan di kampus. Mulai petinggi maskapai penerbangan, sejumlah pengusaha top, pemilik hotel bintang lima hingga sopir ojek online.

Selain itu model silaturahim yang dilakukan suami dari Retno Setiasih ini benar benar ikhlas dan jauh dari pamrih. Silaturahim yang didasari niat yang bersih. Karena menyambung tali silaturrahim adalah sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.

Banyak contoh yang menjadi bukti keihklasan Dr Aqua Dwipayana saat silaturahim. Di antaranya yakni pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 23 Januari 1970 itu konsisten mengunjungi mantan pejabat koleganya yang sudah purna tugas alias pensiun. Jika orang punya pamrih, apa yang bisa diharapkan dari orang yang sudah pensiun?

Bagi Dr Aqua Dwipayana yang pernah jadi wartawan di Jawa Pos, Bisnis Indonesia, dan sejumlah media besar lain, tidak ada istilah ‘habis manis sepah dibuang’, namun yang ada adalah persahabatan abadi hingga akhir hayat.

Karena itu dia tetap rajin silaturahim ke sahabat-sahabatnya yang sudah pensiun. Kondisi ini tentu saja berbeda dengan yang dilakukan sebagian orang, yakni hanya rajin silaturahim saat butuh saja. Silaturahim yang dilandasi pamrih tertentu.

Saya jadi wartawan sejak tahun 1981, saat masih jadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Berarti hingga sekarang ini telah sekitar 45 tahun jadi wartawan. Sudah sekian banyak tokoh saya temui.

Namun menurut saya tokoh yang kualitas silaturahimnya luar biasa ya baru ada pada diri Dr Aqua Dwipayana.

Pembelajar Sejati

Dr Aqua Dwipayana juga seorang penyimak yang baik. Memang sebagai motivator nasional, pria berdarah Padang atau Minangkabau tapi lama di Malang, Jawa Timur ini, sangat piawai dalam berbicara.

Ceramahnya amat berkualitas dan enak diikuti. Karena itu jam terbangnya sangat tinggi sebagai motivator. Namun saat bersilaturahim, Dr Aqua adalah seorang penyimak yang sangat baik. Dia pantang menyela saat orang lain berbicara. Dia benar-benar menerapkan prinsip komunikasi yang baik dan benar.

Faktor lain yang tak kalah penting, yakni Dr Aqua Dwipayana adalah seorang pembelajar sejati. Ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana ini adalah insan pembelajar yang selalu rendah hati kepada siapapun juga.

Sebagai insan pembelajar, motivator yang pernah jadi Humas Semen Cibinong ini senantiasa hormat pada siapa pun. Semua orang yang ditemui dianggap sebagai guru. Bahkan guru terbaik. Karena pada diri setiap orang ada kelebihan masing masing yang patut dicontoh.

Dr Aqua Dwipayana juga senantiasa mampu berempati kepada orang lain. Empati yakni kemampuan untuk memahami, merasakan, dan menempatkan diri pada posisi orang lain. Karena itu pria murah senyum ini mudah sekali bergaul dengan beragam lapisan masyarakat, mulai dari warga strata atas hingga strata bawah.

Semoga paparan saya terkait Dr Aqua Dwipayana ini bisa menjadi cermin bagi kita semua. Mudah-mudahan kita semua bisa meneladani sikap dan karakter positif tersebut. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (*)