Diresmikan Mendag, Pasar Tradisional Sidayu Gresik Mulai Operasional

Menteri Perdagangan/Mendag Budi Santoso (tengah) didampingi Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani bersama pejabat terkait berfoto bersama usai persemian Pasar Sidayu. (foto/dra)

Gresik, (pawartajatim.com) – Pasar tradisional Sidayu Gresik sudah bisa dioperasionalkan setelah revitalisasi kurang lebih setahun. Dua pejabat penting yaitu Menteri Perdagangan/Mendag Budi Santoso, didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani meresmikan revitalisasi Pasar tersebut. Pasar  yang dilebel Tematik Industri tersebut berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu Gresik.

Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan bertransaksi dan mendorong perekonomian lokal. Pasar Tematik Industri Sidayu ini terdapat 538 stan dan pedagang. Adapun komoditas yang dijual diantaranya barang kebutuhan pokok, sayuran, jajanan pasar, pakaian, sepatu, tas, dan peralatan rumah tangga.

Peresmian pasar ini diharapkan memperkuat tata kelola pasar tradisional agar lebih bersih dan modern. Pada kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut dia, kondisi pasar yang bersih juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dan wisata kuliner di kawasan pasar. Dikatakan, pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat guna meningkatkan kenyamanan serta menarik minat warga untuk berbelanja di pasar tradisional.

Gerakan ini melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri dan pemerintah daerah. “Kita ada namanya Gernas Mapan, Gerakan Nasional untuk membersihkan pasar nasional. Jadi kita ingin pasar-pasar tradisional itu harus bersih, tidak becek, tidak bau,” harap Mendag usai meresmikan Pasar Sidayu Gresik, Jumat (10/4).

Mendag Budi Santoso, mengajak masyarakat untuk mendukung Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Gerakan ini dirancang untuk mengubah wajah pasar tradisional di seluruh Indonesia, dimulai dari perilaku pedagang hingga pemenuhan sarana kebersihan.

Menteri Perdagangan/Mendag Budi Santoso didampingi Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani saat berkeliling mengunjungi pasar dan tertarik pada stand penjual telur asin. (foto/dra)

“Peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan. Tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional,” tutur Mendag Budi.

Ia mendorong agar pasar rakyat mulai beradaptasi dengan ekosistem digital. Ia menjelaskan di era digital, pedagang pasar harus mulai belajar berjualan secara daring (online) untuk menjangkau konsumen yang memilih berbelanja dari rumah.

Perpaduan antara pembeli yang datang langsung dan pembeli daring akan meningkatkan pendapatan pedagang. Pasar ini memiliki unsur cagar budaya dan potensi wisata kuliner. Syarat utamanya adalah harus bersih dan tidak bau.

‘’Kita ajarkan pasar rakyat untuk berjualan online agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” harapnya. Selain pembangunan  fisik,  manajemen sampah pasar harus dikelola dengan baik.

“Saya juga mengapresiasi harga kebutuhan pokok di sini yang terjaga dengan baik, harapannya stabilitas ini terus dipertahankan,” tandasnya. Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pasar Tematik Industri Sidayu menjadi pusat perekonomian di wilayah utara yang mengampu dari Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Dukun dan Bungah.

“Revitalisasi pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun Anggaran  2025 senilai Rp 30 miliar,” ucapnya. Bupati Yani menjelaskan, revitalisasi ini menghadirkan fasilitas baru yang sebelumnya belum ada seperti ruang terbuka hijau yang memberikan kenyamanan dan kesejukan. Serta Plaza yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang pameran dan kegiatan masyarakat.

“Saya berharap, dengan bangunan yang lebih representatif ini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman dalam melakukan transaksi. Revitalisasi tersebut diharapkan menjadi ikon baru perekonomian Gresik, dan mendukung keberlanjutan UMKM sekaligus memperkuat peran pasar di era digital,” singkatnya.

Dalam peninjauan ke stand-stand, Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Asluchul Alif memborong sejumlah bahan pokok di Pasar Tematik Industri Sidayu.

Tak tanggung-tanggung Mendag Budi Santoso membeli telur, cabai, sayur  hingga minyak sebelum prosesi peresmian pasar yang dikenal warga Gresik Utara sebagai Pasar Pahing. Tak hanya memborong sejumlah bahan pokok.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah/OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. (dra)