Oleh: Dr Aqua Dwipayana (Motivator Nasional)
Menjelang Lebaran Idul Fitri, kebutuhan uang baru meningkat. Banyak masyarakat yang ingin menukar uang baru pecahan rupiah. Saya termasuk yang rutin menukar uang baru setiap tahunnya. Jumlahnya lumayan banyak, mencapai ratusan juta rupiah.
Uang baru itu sebagian besar titipan keluarga, saudara, dan teman-teman. Mereka tahu saya punya akses luas ke kalangan perbankan, sehingga mendapat kemudahan menukar uang baru. Saya kembali merasakan dahsyatnya silaturahim.
Banyak orang harus antri untuk mendapatkan uang baru. Itu pun belum tentu bisa memperoleh sesuai keinginannya. Banyak teman termasuk kalangan perbankan cerita bahwa dari tahun ke tahun jumlah penukaran uang baru makin dibatasi oleh Bank Indonesia.
Di sisi lain masyarakat yang mau menukar uang baru semakin banyak. Akibatnya banyak yang tidak dapat pecahan uang rupiah baru. Kalau pun bisa menukar, jumlahnya dibatasi. Menyedihkan sekali. Padahal uang baru itu dibutuhkan saat Lebaran.
Diberikan kepada keluarga, saudara, dan relasi. Jauh lebih besar bernilai dibandingkan diberikan pada hari biasa meski nominalnya saja. Lebaran Idul Fitri merupakan momentum yang pas untuk berbagi termasuk materi.
Umumnya mereka yang menerima senang dan bahagia. Selama ini khusus uang baru, anak-anak senang sekali setiap menerimanya. Apalagi jika uangnya warna merah atau seratus ribu rupiah. Lebih bahagia lagi.
Tukar Uang di Empat Kota
Saya biasanya setiap tahun menukar uang di salah satu bank di Bogor. Sudah langganan menjelang Lebaran Idul Fitri sehingga petugasnya paham. Kali ini saya menukar uangnya di empat kota: Bogor, Jakarta, Surabaya, dan Malang.
Kenapa di banyak kota? Sebab jumlah yang membutuhkannya makin banyak dan mereka tinggal di berbagai kota. Saya berusaha mengakomodir mereka. Di sela-sela agenda saya yang padat, mengontak teman-teman di perbankan. Minta tolong tukar uang baru.
Alhamdulillah semua teman yang saya mintai tolong dengan senang hati membantu. Mereka segera memenuhi uang baru yang saya butuhkan. Setelah lebih dulu saya transfer uangnya. Saya memakai uang pribadi dulu untuk menukar uang baru tersebut.
Setelah mendapatkan, menyerahkan kepada yang mau menukarnya. Saya sangat bersyukur dan bahagia sekali bisa melakukan semua itu. Membantu keluarga, saudara dan teman-teman yang membutuhkannya.
Aktivitas sederhana ini bukti nyata dahsyatnya silaturahim. Hasilnya luar biasa. Alhamdulillah… (*)











