
Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Memasuki H+4 Lebaran, arus balik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi mulai meningkat. Didominasi pengendara roda dua. Puncak arus balik ke Bali dari Jawa diprediksi akan terjadi 26-29 Maret.
Prediksi puncak arus balik ini didasarkan pada tahun-tahun sebelumnya. Para pemudik kebanyakan memilih kembali ke Bali setelah lebaran ketupat. Diperkirakan lonjakan arus balik akan terjadi pada Kamis hingga Minggu besok. Mengantisipasi kepadatan di pelabuhan, para pemudik diimbau bisa mengatur perjalanan lebih awal. Atau, di luar momen puncak arus mudik.
“ Bagi pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, dan terus memantau informasi agar tidak terjadi kepadatan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Work Form Anywhere (WFA), yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi alternatif dalam memilih waktu perjalan,” kata Wabup Bannyuwangi, Mujiono usai mengikuti rakor persialan arus mudik bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto di Posko Pelabuhan Ketapang, Selasa (24/3/2026).
Polresta Banyuwangi bersama ASDP Ketapang telah menyiapkan sejumlah skenario mengantisipasi kepadatan saat arus balik. Salah satunya, menyiapkan sejumlah kantung parkir di 16 titik di sekitar Pelabuhan Ketapang. Ada juga, sejumlah areal parkir tambahan di jalur menuju pelabuhan. “ Harapannya, bisa mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan.
Penjualan tiket juga tidak dilayani di pelabuhan. Penumpang yang akan menyeberang diarahkan membeli tiket melalui layanan online. “ Pembelian tiket online ini tersedia hingga H-60 perjalanan. Jadi, tidak ada fenomena penumpukan kendaraan di pintu loket pelabuhan,” kata Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano. (udi)










