
Pasuruan, (pawartajatim.com) – Pelaksanaan gathering Cargill Indonesia, produsen produk coklat dengan puluhan insan media di Pasuruan berlangsung gayeng/akrab. Kegiatan media gathering ini sekaligus dibarengi aksi penanaman pohon bersama insan pers.
Lokasi media gathering yang terdiri dari jurnalis lintas daerah ini berlangsung di area konservasi Kafe Hutan Cempaka, Prigen Pasuruan, Rabu (23/9). Kegiatan bertajuk ‘Jurnalisme Ramah Industri Hijau: Menulis Isu Industri dan Lingkungan Secara Akurat, Berimbang, dan Konstruktif’ tersebut diikuti oleh puluhan wartawan.
Yaitu, Gresik, Surabaya, hingga Pasuruan Lestari. Agenda ini dirancang untuk memperkuat keterbukaan informasi, peningkatan literasi publik, serta sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan media massa.
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian ekosistem serta penyerapan emisi karbon, rangkaian acara ditandai dengan penanaman pohon. Tak kurang 15 bibit pohon secara simbolis ditanam di area konservasi kawasan setempat.
Aksi penghijauan tersebut dilakukan secara bergotong-royong oleh perwakilan Cargill Plant Gresik, Cargill Plant Pandaan, pengurus PWI Jawa Timur/Jatim, PWI Gresik, Komunitas Wartawan Gresik (KWGe), Aliansi Wartawan Media (AW Media), serta perwakilan jurnalis dari Surabaya dan Pasuruan.
Acara dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan tiga pemateri utama. Yaitu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Lutfil Hakim, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH Gresik M. Zauji yang hadir mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup/DLH Kabupaten Gresik Sri Subaidah, serta perwakilan Cargill Indonesia Adi Suprayitno.

Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim menegaskan pentingnya peran strategis media dalam mengawal isu keberlanjutan dan dinamika industri melalui karya jurnalistik yang teruji. Media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat.
‘’Karena itu, pemberitaan mengenai isu lingkungan dan industri perlu disusun secara akurat, berimbang, dan konstruktif. Sehingga publik memperoleh informasi yang utuh dan dapat dipercaya,” kata Lutfil. Pria asli Jember ini menambahkan, pers harus menjadikan fakta, verifikasi, dan data lapangan sebagai pijakan utama guna menghindari narasi yang bias maupun sensasional.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Gresik M. Zauji, memaparkan tantangan serta strategi pengelolaan lingkungan hidup di kawasan industri Gresik.
Menurut dia, laju pertumbuhan kawasan industri modern wajib berjalan selaras dengan prinsip efisiensi sumber daya dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Media memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan hidup.
‘’Informasi yang disampaikan secara tepat dan berdasarkan data dapat membantu masyarakat memahami bagaimana perkembangan industri berjalan serta bagaimana aspek lingkungan dikelola,” tutur Jauzi membacakan arahan Kepala DLH Gresik.
Kemudian dari sudut pandang pelaku industri, Perwakilan Cargill Indonesia Adi Suprayitno menjelaskan pelbagai praktik keberlanjutan, efisiensi energi, hingga sistem pengelolaan limbah terpadu yang diterapkan di unit operasional perusahaan.
“Keberlanjutan merupakan bagian penting dalam perjalanan Cargill. Kami terus berupaya menjalankan kegiatan operasional dengan memperhatikan efisiensi sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” jelas Adi.
Pria yang berpenampilan humble ini menekankan bahwa keterbukaan informasi publik dan dialog berkala bersama media merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemahaman bersama terkait penerapan industri hijau.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan komunitas jurnalis regional ini, Cargill Indonesia berharap komunikasi dengan insan pers dapat terus terjalin secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab demi mendukung pembangunan industri yang berwawasan lingkungan. (dra)










