Cak Eri: Ruang Tumbuh Bisnis Akademi Akan Cetak Pengusaha Muda yang Berkarakter

Wali Kota Eri Cahyadi (kanan) didampingi pengusaha nasional asal Surabaya, mustofa Bawasir (kiri). (foto/bw)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya akan menjadi pelopor tumbuhnya generasi muda yang tidak mengandalkan menjadi pegawai. Para lulusan sarjana, baik perguruan tinggi negeri/PTN maupun perguruan tinggi swasta/PTS harus mampu mandiri menjadi pengusaha dan tidak lagi berharap ingin menjadi aparatur sipil negara/ASN maupun pegawai pada Perusahaan swasta.

Penegasan itu dikemukakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, usai menjadi pembicara dalam Seminar yang diselenggarakan Ruang Tumbuh Bisnis Akademi/RTBA dengan thema ‘Indonesia Darurat Pengusaha’ Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kekuatan Wirausaha  yang digelar di Hotel Namira Surabaya Sabtu (31/1/2026).

‘’Saya sedih melihat kenyataan mahasiswa yang yang baru lulusan selalu memimpikan mejdai ASN atau pegawai pada perusahaan besar. Karena itu, saya mendukung sekali Lembaga yang Bernama RTBA yang dikelola Yayasan Rintis Bisnis Nusantara, yang akan membuka kelas April mendatang,’’ kata Cak Eri, panggilan akrabnya.

Karena itu, kata dia, ketika ada salah satu pengusaha rumah makan di Surabaya mempertanyakan agar Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya membantu mempermudah perizinan langsung memberikan kepastian siap membantu.

‘’Saya akan bantu, terkait kepastian perizinannya. Karena bagaimanapun pengusaha awal ini pasti membutuhkan modal. Bagaimana pergerakan modalnya. Sehingga kami juga akan menyiapkan BPR yang ada di kota Surabaya yang terpadu,’’ kata Wali Kota Eri.

Menurut dia, pihaknya membutuhkan ruang untuk pengusaha-pengusaha muda ini terkait dengan karakter dan mentalnya dan mental. Karena itu, saya mengucapkan Syukur, RTBA akan membuka kelas April dengan 40 siswa untuk Angkatan pertama,’’ tegasnya.

Pihaknya yakin, kelas yang akan dimentori pengusaha nasional asal Surabaya, Mustofa Bawasir, akan memberikan dan menciptakan pemuda yang akan meningkatkan kemampuannya dan lebih Bersama. ‘’Saya juga ngobrol bagaimana pengusaha-pengusaha yang ada di Surabaya yang muda-muda ini dan pengusaha-pengusaha tidak lagi bertarung sendiri-sendiri,’’ kilahnya.

Yang lebih penting lagi, bisa beradaptasi dan berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya. ‘’Dengan acara hari ini, insyaallah akan muncul pengusaha-pengusaha yang memiliki mental yang bagus yang memiliki karakter yang bagus dan akan bisa bergerak untuk memberikan yang terbaik bagi Pemkot Surabaya,’’ tambahnya.

Hal itu, kata Eri, agar pengusaha bisa menggerakkan ekonomi warga kita itu naik tapinya Karena pengusaha-pengusaha ini kan tadi dia itu tidak niat jadi pengusaha terus habis itu kalau kerjaan akhirnya buka usaha ya karena akhirnya mentalnya bukan mental pengusaha kemampuannya bukan kemampuan pengusaha maka kelas ruangan ini kelas yang dibuka inilah yang akan membentuk mereka karakter-karakter itu kalau ternyata mereka

Hanya ssejak awal tidak punya keberanian ya mungkin akan kelihatan di dalam kelas itu maka di dalam kelas itulah yang akan memiliki mental yang bagus yang memiliki niatan kata baik itu tadi nanti yang akan kita

Menurut Eri, kelas RTBA yang akan dibuka April mendatang akan dikawal Pemkot Surabaya agar calon pengusaha muda dapat menyalurkan bakatnya sesuai minat. ‘’Kalau calon pengusaha memiliki minat berdagang yaa kita arahkan. Kalau mau jadi pengusaha dibidang seni budaya kita akan arahkan juga berikut para pendamping,’’ ujarnya.

Ia memberi contoh, market place e-peken yang dikelola Pemkot Surabaya sejak 2023 sudah memiliki omzet Rp 219 miliar. Sementara itu, Pengusaha Nasional asal Surabaya, Mustofa Bawasir, menambahkan, pihaknya akan mempertebal mindset pengusaha muda yang tadinya hanya coba-coba, tetapi setelah mengikuti kelas RTBA menjadi semakin yakin.

‘’Sebab, pengusaha ini perlu memiliki ilmunya. Jadi bukan hanya kedokteran dan sarjana teknik saja yang memiliki ilmu, pengusaha harus punya ilmu usaha. Jadi RTBA ini kita memang memilih kata-kata ruang dan tumbuh dan mengelompokkan dalam satu ruang yang bisa menumbuhkan pengusaha-pengusaha dadakan,’’ kata Mustofa Bawasir, yang juga pemilik Hotel Namira Surabaya ini.

RTBA, kata dia, akan memberi bekal tentang tentang fundamental bisnis dan menyediakan ekosistem bisnis kepada peserta pembelajaran. Peserta akan mendapatkan pembelajaran bagaimana membangun bisnis yang kuat dan terus bertumbuh sekaligus dapat membangun kekayaan.

RTBA melihat banyak para pelaku usaha dan calon pengusaha di Indonesia memiliki potensi besar untuk mempunyai bisnis yang kuat dan bisa menjadi pengusaha yang kaya bukan seolah-olah kaya. Namun, mereka belum memiliki ruang yang tepat untuk belajar.

Disinilah ruang tumbuh bisnis ini dihadirkan sebagai wadah pembelajaran berbagi pengalaman dan pendampingan,’’ ujarnya. Adapun program yang akan dilaksanakan, diantaranya pembelajaran dengan materi fundamental bisnis.

Kedua, Investor forum, yaitu suatu forum yang akan menemukan para calon investor baik perseorangan maupun Lembaga dengan para pengusaha yang membutuhkan partner dalam menumbuhkan usahanya.

Ketiga, club eksekutif yaitu sebuah acara rutin sebagai tempat diskusi dan membangun jaringan bisnis antar pengusaha. (bw)