
Gresik, (pawartajatim.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani optimis gedung Sekolah Rakyat di Raci Tengah Sidayu bisa ditempati pada Juli 2026 ini. Mengingat progres pembangunan gedung sesuai dengan yang direncanakan.
“Alhamdulillaah progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat Gresik cukup menggembirakan sesuai yang direncanakan,” kata Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik usai berkeliling meninjau secara langsung ke Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah Sidayu Gresik, Rabu (20/5).
Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini sudah mencapai 63 persen. Sehingga mulai tahun ajaran baru Juli 2026, gedung sudah bisa ditempati untuk kegiatan belajar mengajar. Lebih lanjut Gus Yani panggilan akrab Bupati Gresik ini menjelaskan pengerjaan lanjutan akan dikebut.
Pengerjaan itu meliputi seperti pemasangan bata ringan, perpipaan, elektrikal dan pemasangan kerangka dan atap galvalum. Sehingga pihaknya optimis pembangunan gedung bisa memenuhi waktu yang ditarget Presiden Prabowo Subianto yaitu 20 Juni 2026.
Bupati Gresik juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden dan Menteri Sosial yang membangunkan Sekolah Rakyat di Sidayu Gresik ini. Pembangunan Sekolah Rakyat di Sidayu ini terdiri dari 1 gedung serbaguna, ruang kelas 1 – 6 (2 lantai), ruang kelas 7 – 9 (2 lantai) dan ruang kelas 10 – 12 (2 lantai).
Serta Masjid, Gedung ibadah, Asrama Putra SD, Asrama Putri SD, Asrama Putra SMP, Asrama Putri SMP, Asrama Putra SMA dan Asrama Putri SMA. Juga Rumah Susun Guru, Kantin SD, SMP, SMA, Dapur, Guest house, Lapangan Sepak bola, dan Lapangan basket.

Tak ketinggalan tempat parkir motor dan mobil, rumah pompa, TPS dan Ipal. Pada Juli 2026 nanti, Sekolah Rakyat ini direncanakan menerima 300 siswa, terdiri dari 75 siswa SD, 75 siswa SMP, 75 siswa SMA, serta 75 siswa kelas 11 yang merupakan pindahan dari sekolah rakyat sementara.
Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 2,6 Hektare ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.
“Pendidikan merupakan pintu utama menuju perubahan sosial dan peningkatan kesejahteraan. Semoga ini membawa kebahagiaan bagi keluarga dan anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat,” harap Bupati Gresik.
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan upaya meningkatkan pemerataan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional dalam meningkatkan akses pendidikan serta mewujudkan Astacita Bapak Presiden Prabowo Subianto,” jelas Gus Yani.
Sekolah Rakyat Gresik merupakan salah satu dari Sekolah Rakyat yang ada di Jawa Timur/Jatim. Jawa Timur/Jatim menjadi salah satu provinsi dengan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di lima daerah, yaitu Gresik, Sampang, Tuban, Jombang, dan Kota Surabaya.
Untuk memastikan penerimaan siswa berjalan tepat sasaran, proses pendataan akan dilakukan berdasarkan desil 1 dan 2. Para pendamping akan turun langsung melakukan verifikasi, sehingga siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan.
Penerimaan siswa akan mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Menurut dia, keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.
Peninjauan proyek strategis tersebut juga diikuti Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, PPK Pembangunan Sekolah Rakyat M. Akhbar Ansyari, Camat Sidayu Suwartono.
Tampak pula Kepala Dinas Sosial Gresik Umi Khoiroh, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussadiyah. Secara umum peninjaun yang menggunakan mobil Odong-odong ini berjalan aman dan tertib.
Pemilihan angkutan Odong-odong ini untuk turut mengangkat pengusaha kecil bidang hiburan transportasi. (Adv/dra)










