Bambang S Hidayat: Ekonomi Nasional Terjaga Lewat Program Penjaminan Simpanan yang Kredibel

Kepala Kantor Perwakilan LPS II di Surabaya, Bambang S Hidayat (no 2 dari kanan). (foto/bw)

Surabaya, (pawartajatim.com) – Lembaga Penjamin Simpanan/LPS memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjaminan simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. Karena itu, LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9796 dari total rekening.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan LPS II di Surabaya, Bambang S Hidayat, ketika berbicara dalam ‘Media Briefing Kolaborasi Bl, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS Il dengan thema ‘Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur/Jatim untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri’ di Surabaya Senin (9/2) kemarin.

Misalnya, kata dia, baru-baru terjadi, LPS telah melaksanakan pembayaran klaim penjaminan simpanan kepada para nasabah PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Prima Master Bank yang berkantor pusat di Jl. Jembatan Merah No. 15–17, Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, yang izin usahanya telah dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan sejak 27 Januari 2026.

LPS mulai melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Prima Master Bank sejak 2 Februari 2026 atau 4 hari kerja setelah pencabutan izin usaha bank. Hingga tanggal tersebut, LPS telah membayarkan klaim penjaminan simpanan kepada 3.156 rekening milik 2.852 nasabah atau sekitar 88 persen dari total 3.587 rekening simpanan dengan nilai klaim penjaminan simpanan mencapai Rp 46,1 miliar.

‘’Kuatnya perekonomian Jawa Timur/Jatim pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026,’’ ujarnya.

Pembicara lainnya, Direktur Pengawasan Perllaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarhoran, menyampaikan per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp 625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,9026 (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 817,59 trillun atau tumbuh 3,50926 (yoy).

Stabihtas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,3796 dan CAR yang kuat sebesar 31,3896. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuditas terjaga sebagamana tercermin dari AUDPK sebesar 26, 7426 dan AUNCD sebesar 119,3196, diatas tresshold.

Dalam kesempatan ini, Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan bahwa sohdnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan lainnya (PVML). (bw)