Pangdam IX/Udayana Disambut Tradisi Tepung Tawar di Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai

TRADISI TEPUNG TAWAR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa, didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana Desak Putra Widiastawa tiba di Ops.Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, langsung disambut tarian Bali dan tradisi tepung tawar. (foto/yad)

Badung, (pawartajatim.com) – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa tiba di Ops.Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, pada Selasa (20/10/2026). Saat itu juga Pangdam IX/Udayana kelahiran Buleleng ini disambut dengan tradisi tepung tawar.

Suasana khidmat dan sarat makna budaya mewarnai penyambutan tersebut. Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian penerimaan pimpinan baru Kodam IX/Udayana, sekaligus wujud penghormatan yang mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya Bali.

Prosesi penyambutan dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana Desak Putra Widiastawa disambut oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali dan para pejabat utama (PJU) Kodam IX/Udayana.

Selanjutnya Pangdam IX/Udayana dan Ketua Persit KCK PD IX/Udayana mengambil tempat di bawah payung agung, lalu disambut tarian tradisional Bali. Gerakan tari yang anggun dan penuh estetika ini menggambarkan kegembiraan, penghormatan, serta kebanggaan dalam menyambut kehadiran pemimpin baru Kodam IX/Udayana beserta keluarga.

Rangkaian tradisi dilanjutkan dengan pemasangan ikat kepala khas Bali atau udeng oleh Danrem 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadisaputra ke Pangdam IX/Udayana. Udeng atau destar tidak sekadar menjadi pelengkap busana adat, tetapi juga memiliki filosofi ngiket manah yakni mengikat dan memusatkan pikiran agar senantiasa jernih, bijaksana, serta mampu mengendalikan diri dalam menjalankan tanggung jawab.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persit KCK PD IX/Udayana Desak Putra Widiastawa menerima pemasangan selendang khas Bali dan penyerahan hand bouquet oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana Ayu Agung Hadisaputra.

Prosesi tersebut menambah kehangatan suasana penyambutan yang mencerminkan penghormatan dan kebersamaan dalam lingkungan keluarga besar Kodam IX/Udayana. Tradisi tepung tawar memiliki makna simbolis sebagai ungkapan doa dan harapan agar pejabat yang baru mengemban amanah senantiasa diberi keselamatan, kelancaran, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas.

Tradisi ini juga menjadi harapan agar Pangdam IX/Udayana beserta keluarga dijauhkan dari berbagai rintangan, gangguan, dan mara bahaya selama menjalankan pengabdian. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf.Amrizal Nasution menjelaskan bahwa tradisi tepung tawar bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bentuk penghormatan yang mengandung nilai-nilai luhur budaya sekaligus doa bagi pimpinan baru dalam mengemban amanah.

Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal Bali yang sarat makna, mulai dari penghormatan, ketulusan, hingga doa untuk keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.

‘’Melalui tradisi ini, kami berharap Pangdam IX/Udayana beserta keluarga senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan pengabdian,” ungkapnya.

Kapendam menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan momentum penting untuk melanjutkan pengabdian serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kewilayahan.

Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan soliditas internal satuan, sinergi dengan pemerintah daerah, serta hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kokoh dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali. (yad)