Krisis BBM di Bali, Warga Mulai Kesal Antre Beli Pertalite di SPBU Berlama-lama

TUNGGU BBM - Warga Bali yang mulai kesal mengantre BBM. Bahkan ada warga yang menginap di SPBU untuk menunggu truk pengangkut BBM datang. (foto/yad)

Denpasar, (pawartajatim.com) – Lambatnya kedatangan truk-truk BBM ke SPBU pada Rabu (14/10/2026) menyebabkan warga mulai kesal. Hal itu karena janji Pertamina untuk merealisasikan BBM secepatnya justru tak terwujud. Banyak SPBU kehabisan stok dan mesti menunggu berjam-jam.

Seorang pengedara ojek online, Nyoman Ar, mengaku, kesal karena dia sejak pukul 05.00 Wita mesti mengantre untuk membeli BBM di SPBU di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, Padangsambian Kaja, Kuta Utara Badung.

Dia tak percaya lagi dengan ucapan pemerintah yang berjanji secepatnya menyelesaikan permasalahan BBM. Faktanya SPBU sejak malam hingga siang hari berikutnya belum juga mendapat pasokan BBM. Akibatnya, antrean kendaraan semakin mengular hingga ratusan meter.

‘’Warga sudah khawatir dan emosi menunggu BBM berjam-jam hingga tidak dapat beraktivitas,’’ tegasnya. Sedangkan Wayan Sujana asal Kerobokan, Kuta Utara, Badung, mengingatkan pengelola SPBU maupun aparat agar lebih ketat menyeleksi pembeli dari kalangan penjual BBM eceran (kios).

Menurut dia, pada umumnya penjual BBM eceren ini membeli dengan membawa mobil sehingga berkali-kali bisa masuk SPBU dengan jumlah banyak. Kasihan warga yang mengantre di depan SPBU berjam-jam, bahkan ada yang sampai menginap sejak kemarin (Selasa, 13 Okober 2026).

TUNGGU BBM – Warga Bali yang mulai kesal mengantre BBM. Bahkan ada warga yang menginap di SPBU untuk menunggu truk pengangkut BBM datang. (foto/yad)

‘’Janji sampai pagi mobil truk pengangkut BBM datang, namun sampai pukul 11.00 Wita belum juga datang,’’ tegas Sujana. Dia sempat ribut di SPBU Gatot Subroto barat karena dia tidak dibolehkan dua kali membeli BBM untuk mengisi motornya yang lain, bukan untuk dijual.

Sujana protes karena ada oknum penjual BBM eceran yang dibiarkan berkali-kali bisa membeli BBM dengan jumlah bayak. ‘’Saya punya rekaman mengenai siapa saja penjual BBM tersebut. Saya sudah sampaikan ke polisi,’’ tegas Sujana.

Hasil pengamatan di lapangan bahwa SPBU di perempatan Jalan Gatot Subroto-Jalan Kebo Iwa, Padangsambian, Denpasar Barat, sejak pagi tidak memperoleh pasokan BBM. Di depan SPBU sudah tertampang tulisan ‘Pertalite Habis’.

Akibat tak beroperasinya BBM ini, antrean kendaraan semakin banyak dan terus mengular. Hal serupa juga terjadi di SPBU Jalan Gatot Subroto barat di dekat Tukad Mati. SPBU ini dipasangi tali pengaman yang menandakan stok BBM habis.

Salah satu SPBU yang masih punya stok BBM adalah di Perumahan Dalung Permai, Dalung, Kuta Utara, Badung. Antrean kendaraan tidak terlalu banyak, hanya didominasi sepeda motor. Seorang pria yang mengaku asal Bajera, Tabanan, mengaku sengaja membeli BBM menggunakan mobil karena lebih cepat dapat masuk SPBU.

‘’Saya hanya antre tiga puluh menit sudah dapat BBM,’’ tegasnya. (yad)