
Gresik, (pawartajatim.com) – Pasar murah hasil pertanian dengan memetik sendiri di Kebun Percobaan/Buncob Gresik berlangsung meriah. PT Petrokimia Gresik/PG menggelar pasar murah yang dikemas dengan nama Petro Agrifood Expo/PAE 2026 di Buncob selama tiga hari, yang berakhir Minggu (26/7).
Melalui wahana agroeduwisata yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun/HUT ke-54 perusahaan, Petrokimia Gresik mengajak masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda, mengenal agroindustri sebagai bagian dari upaya mendukung regenerasi petani.
Hasil pertanian yang bisa dipanen masyarakat dengan harga yang sangat terjangkau adalah hasil tanam PG. Seperti melon, semangka, terong, sawi, bawang prei, kangkung. Untuk tahun ini ditambah lagi komoditi hasil perikanan. Yaitu, ikan koi dan lele.
Sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi petani, Petrokimia Gresik juga menyerahkan beasiswa petani muda kepada A50 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian se-Jawa Timur/Jatim.
Penyerahan beasiswa dilakukan dalam pembukaan PAE 2026 yang dihadiri Direktur Jenderal/Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian/Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah. Dan juga Direktur Pupuk Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian, Syamsuddin.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, PAE merupakan komitmen perusahaan dalam mendekatkan dunia agroindustri kepada masyarakat.
Menurut dia, Gresik sebagai kota industri yang berbatasan langsung dengan Surabaya memiliki potensi besar menjadi jembatan antara masyarakat perkotaan dengan sektor pertanian.
Banyak masyarakat mengenal Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk. ‘’Melalui Petro Agrifood Expo, kami ingin menunjukkan bahwa agroindustri jauh lebih luas, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses budidaya, hingga menghasilkan pangan yang setiap hari dikonsumsi masyarakat,’’ kata Adit sapaan akrab Adityo Wibowo, di Gresik Senin (27/7).

Pihaknya, kata dia, ingin menumbuhkan kedekatan generasi muda dengan sektor pertanian agar semakin menghargai peran petani dan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Adit sapaan akrab Adityo Wibowo.
Ia menjelaskan, PAE dirancang sebagai media agroeduwisata yang menghadirkan pengalaman belajar secara langsung. Pengunjung dapat mengenal rantai agroindustri dari hulu hingga hilir sekaligus melihat bahwa pertanian modern merupakan sektor yang inovatif, bernilai ekonomi, dan memiliki peran strategis bagi ketahanan pangan nasional.
Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas interaktif sehingga masyarakat tidak hanya melihat produk dan inovasi pertanian, tetapi juga dapat merasakan langsung pengalaman belajar mengenai agroindustri.
Selama tiga hari pelaksanaan, PAE 2026 menghadirkan 59 stan yang diikuti Pupuk Indonesia Grup, perusahaan agribisnis, petani binaan Petrokimia Gresik, Dinas Pertanian, anak perusahaan Petrokimia Gresik Group, serta sekolah binaan Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik.
Beragam produk, inovasi, teknologi, hingga hasil budidaya ditampilkan untuk memperlihatkan ekosistem agroindustri dari hulu hingga hilir. Pengunjung juga dapat mengikuti pelatihan Petani Cilik, pelatihan komposting yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap pertanian dan lingkungan sejak dini.
Adit menambahkan pembangunan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan produk berkualitas. Regenerasi sumber daya manusia juga menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.
“Kita harus menyiapkan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan pertanian Indonesia. Karena itu, edukasi dan regenerasi petani menjadi perhatian serius Petrokimia Gresik,” tuturnya. Adapun jumlah tanaman yang disiapkan untuk bisa dipanen langsung pengunjung cukup banyak.
Yaitu, melon 3.400 tanaman, semangka 1.000 tanaman, jagung manis 2.100, dan jagung pulut 1.400 tanaman. Selain itu ada banyak sayuran yang bisa dipanen langsung oleh pengunjung.
Melalui Petro Agrifood Expo 2026, Petrokimia Gresik berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda di Gresik dan Surabaya, yang memahami peran strategis agroindustri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Perusahaan meyakini bahwa meningkatnya literasi masyarakat terhadap agroindustri akan mendorong tumbuhnya apresiasi, kepedulian, dan dukungan yang lebih besar terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. (dra)










